Kota Mojokerto Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional, Peserta PKN LAN RI Belajar Best Practice UMKM

25 Juni 2026 21:22 25 Jun 2026 21:22

Sholahudin, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kota Mojokerto Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional, Peserta PKN LAN RI Belajar Best Practice UMKM

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI di Balai Kota Mojokerto, Kamis, 25 Juni 2026. (Foto : Pemkot Mojokerto for Ketik)

KETIK, MOJOKERTO – Berbagai capaian pembangunan yang diraih Kota Mojokerto kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini, kota dengan wilayah terkecil di Jawa Timur tersebut menjadi lokasi kunjungan lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam rangka pendalaman penyusunan policy brief.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyambut langsung rombongan peserta PKN di Ruang Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Kamis, 25 Juni 2026.

Di hadapan para peserta, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu memaparkan berbagai strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, berbagai program penguatan UMKM terus dijalankan secara konsisten, mulai dari pelatihan upscaling, pelatihan packaging dan branding, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi hingga pendampingan sertifikasi produk.

"Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan BPJPH," ujar Ning Ita.

Foto wali kota mojokerto ning ita menerima cendera mata dari  peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI ( foto : humas pemkot mojokerto/ ketik.com)

Ia menjelaskan, penguatan sektor ekonomi kerakyatan tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang terus meningkat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,34 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,32 persen.

Bahkan pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

"Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan global," tegasnya.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, mengatakan Kota Mojokerto layak disebut sebagai laboratorium kepemimpinan karena mampu membuktikan bahwa kebijakan pemerintah daerah dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

"Artinya bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya itu bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya," katanya.

Menurut Tri Widodo, berbagai kemajuan Kota Mojokerto, terutama di bidang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan UMKM, menjadi praktik terbaik (best practice) yang layak dipelajari peserta PKN.

"Kami ingin menggali best practices yang ada di sini untuk kemudian dianalisis dan dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan kami sampaikan kepada pemangku kebijakan di tingkat pusat," ujarnya.

Foto wali kota mojokerto ning ita dan cak sandi wakil wali kota mojokerto bersama peserta peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI ( foto : humas pemkot mojokerto/ ketik.com)

Sementara itu, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menjelaskan kunjungan tersebut difokuskan untuk menyusun rekomendasi kebijakan terkait penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta hilirisasi industri kecil dan menengah.

"Untuk penyusunan policy brief terkait tiga aspek tersebut, kami melihat Mojokerto memiliki banyak contoh dan best practice. Karena itu kami datang ke Mojokerto," katanya.

Dalam rangkaian kunjungan lapangan, peserta PKN juga dijadwalkan mengunjungi Sentra IKM Maja Barama Wastra serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan sebagai bagian dari pendalaman materi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Mojokerto Ning Ita Cak Sandi Ika Puspitasari LAN RI Pkn Tingkat I Umkm Mojokerto Tri Widodo Wahyu Utomo Hendriyanto Hadi Tjahyono Koperasi Desa Merah Putih info mojokerto berita mojokerto