KETIK, MOJOKERTO – Ruang Jurnalis Mojokerto (MC - RJM) menggelar Lomba Video dan Foto Pariwisata Kota Mojokerto 2026. Kerja bareng kelompok kerja (pokja) wartawan di Mojokerto dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kali ini mengusung tema Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit.
Lomba memperebutkan hadiah sebesar Rp20 juta dan terbuka untuk umum dan pelajar. Acara digelar demi mendukung MOJO BATIK 2026 dan Hari Jadi Mojopahit ke-733.
"Kegiatan ini merupakan persembahan kami dari pokja jurnalis Mojokerto MC dan Disporaparekraf Kota Mojokerto. Silahkan berbondong-bondong mendaftarkan diri tunjukkan skill kalian dalam mengabadikan momen wisata, ekonomi kreatif dan kuliner Kota Mojokerto, dan nikmati hadiah besar yang dipersiapkan panitia," cetus Ketua Panitia Lomba, Sholahuddin Wijaya.
Menurut Sholahuddin yang juga reporter INewsTV ini, panitia menyiapkan hadiah sebesar Rp13 juta bagi 9 pemenang lomba video wisata. Sementara hadiah sebesar Rp7 juta disiapkan bagi 5 pemenang kejuaraan. Panitia juga menyiapkan hadiah masing-masing Rp1 juta bagi pemenang favorit pemirsa Instagram.
"Selain hadiah tersebut panitia juga akan memberikan piagam dan sertifikat yang ditandatangani Wali Kota Mojokerto," imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator MC - RJM, Moh Safiqudin menambahkan periode lomba dimulai dari tanggal 10 Oktober – 3 November 2026.
"Biaya pendaftaran juga terjangkau bagi pelajar yakni Rp25.000/karya. Artinya peserta dapat mengirim lebih dari satu karya," tandas Safiq yang juga reporter Kompas TV tersebut.
Sebanyak 15 karya terbaik dari pemenang foto akan dipamerkan selama dua hari pada saat acara MOJO BATIK 2026 dan Hari Jadi Mojopahit ke-733 di obyek wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM) 13-14 Nopember 2026.
Sedangkan penyerahan hadiah dan piagam akan dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada puncak peringatan acara.
Terpisah, Kepala Disporaparekraf Kota Mojokerto, Any Wijaya mengatakan, lomba foto dan video pariwisata tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas promosi potensi wisata, ekonomi kreatif dan kuliner yang dimiliki Kota Mojokerto.
Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk ikut mempromosikan destinasi dan potensi daerah.
Karena itu, karya-karya kreatif dari masyarakat maupun pelajar diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang berbeda dalam mengenalkan Kota Mojokerto.
"Harapan kami, melalui lomba ini semakin banyak masyarakat yang ikut mengenalkan potensi wisata Kota Mojokerto. Tidak hanya destinasi wisatanya, tetapi juga ekonomi kreatif, kuliner serta berbagai aktivitas masyarakat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi," ujar Any.
Any menambahkan, tema "Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit" sengaja diangkat untuk menggali kreativitas peserta dalam mengemas identitas Kota Mojokerto sebagai bagian penting dari kawasan bersejarah Majapahit.
Peserta diharapkan mampu mengolah cerita sejarah tersebut menjadi karya visual yang menarik, kekinian dan mudah diterima masyarakat luas.
"Kami ingin potensi Kota Mojokerto tidak hanya dikenal masyarakat lokal. Dengan karya foto dan video yang menarik, promosi melalui media sosial bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan pada akhirnya ikut mendorong kunjungan wisata," katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan MC-RJM dalam menggelar kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, insan media dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya.
"Ini bentuk kolaborasi yang positif. Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus ikut menjadi bagian dalam mempromosikan Kota Mojokerto," pungkasnya. (*)
