Sularso Pimpin HKTI Papua Selatan, Dorong Pertanian dari Hulu ke Hilir dan Perkuat Kelembagaan Petani

15 September 2026 18:18 15 Sep 2026 18:18

Thumbnail Sularso Pimpin HKTI Papua Selatan, Dorong Pertanian dari Hulu ke Hilir dan Perkuat Kelembagaan Petani

Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Papua Selatan yang digelar di MBS Hotel, Minggu, 13 September 2026. (Foto: HKTI)

KETIK, MERAUKE – Sularso, S.E. resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Papua Selatan periode 2026-2031. Mantan Wakil Bupati Merauke itu terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Papua Selatan yang digelar di MBS Hotel, Minggu, 13 September 2026. 

Usai terpilih, Sularso menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat kelembagaan petani di Papua Selatan. Ia pun mengatakan HKTI harus menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan sekaligus mengembangkan ide dan gagasan yang dapat didorong menjadi kebijakan pemerintah.

“Kita siap berkontribusi nyata untuk bersama memajukan dan menyejahterakan petani mulai dari hulu ke hilir, menjadikan organisasi sebagai ruang untuk menata ide dan gagasan yang nantinya diharapkan bisa menjadi suatu kebijakan pemerintah daerah, provinsi, hingga kementerian,” ujar Sularso, dilansir dari laman resmi HKTI.

Foto Sularso, S.E terpilih sebagai nakhoda HKTI Papua Selatan dalam Musyawarah Daerah HKTI Papua Selatan yang digelar di MBS Hotel, Minggu, 13 September 2026. (Foto: HKTI)Sularso, S.E terpilih sebagai nakhoda HKTI Papua Selatan dalam Musyawarah Daerah HKTI Papua Selatan yang digelar di MBS Hotel, Minggu, 13 September 2026. (Foto: HKTI)

Menurut Sularso, kepemimpinan di HKTI bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas. Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran DPD maupun DPC HKTI di Papua Selatan untuk aktif turun ke lapangan dan ikut mengadvokasi berbagai persoalan yang dihadapi petani.

Ia menilai penguatan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk dengan membangun koordinasi antara organisasi petani dan pemerintah.

“Meskipun kita berasal dari ujung timur, semangat kita akan tetap membara, tidak boleh patah arang. Mari kita letakkan landasan yang baik secara bersama-sama. Berkontribusi di masing-masing bidang dan kita awasi bersama-sama, sehingga ke depan Provinsi Papua Selatan dapat melakukan langkah-langkah yang lebih progresif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPN HKTI Drs. Manimbang Kahariady menilai Papua Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Potensi tersebut, menurut dia, perlu didukung dengan penguatan organisasi dan kelembagaan petani agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Manimbang berharap kepemimpinan Sularso dapat menjadi jembatan untuk mendorong pengembangan sektor pertanian Papua Selatan sekaligus meningkatkan keberdayaan petani.

“Sebagai organisasi, HKTI harus berjalan di atas visi dan misinya. Tujuan HKTI adalah memajukan pertanian Indonesia dan memastikan keberlanjutan swasembada pangan yang telah diraih saat ini,” ujar Manimbang.

Ia menekankan bahwa penguatan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga membutuhkan kelembagaan petani yang kuat. Karena itu, HKTI Papua Selatan diminta terus merawat organisasi petani mulai dari tingkat kelompok tani hingga gabungan kelompok tani (gapoktan).

“DPD HKTI Papua Selatan harus terus merawat kelembagaan tani mulai dari kelompok tani hingga gapoktan, sehingga para petani bisa berdaya dan menjadi mitra pemerintah dalam dunia usaha maupun dalam program-program pemerintah lainnya,” katanya.

Musda HKTI Papua Selatan tersebut sebelumnya diawali dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel oleh DPN HKTI.

Usai terpilih, Sularso menyatakan siap membawa berbagai persoalan serta kebutuhan dari masing-masing DPC ke dalam agenda kerja DPD HKTI Papua Selatan selama periode kepemimpinannya.

Tombol Google News

Tags:

Sularso HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia