Jatuh Hati pada Malang, Alasan Pengusaha Asal Tiongkok Buka Lanzhou Mi Daging Sapi Halal

23 Juli 2026 22:02 23 Jul 2026 22:02

Moh. Faiz, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jatuh Hati pada Malang, Alasan Pengusaha Asal Tiongkok Buka Lanzhou Mi Daging Sapi Halal

Lanzhou Mi Daging Sapi China milik Ma Yulong atau Yahya menyajikan mi tarik autentik khas Tiongkok dengan bahan-bahan halal. Kedai yang berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 3, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ini melayani pelanggan setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB. (Foto: Faiz/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di balik viralnya Lanzhou Mi Daging Sapi China di kalangan pecinta kuliner Kota Malang, tersimpan cerita menarik dari sang pemilik. Ma Yulong atau yang akrab disapa Yahya mengaku memilih Malang sebagai tempat membuka usaha karena terpesona dengan keramahan masyarakat, budaya lokal, hingga iklim kota yang menurutnya nyaman untuk ditinggali.

Pria asal Tiongkok itu mengatakan, awalnya ia datang ke Malang hanya untuk berwisata. Namun setelah mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan kuliner setempat, ia memutuskan menghadirkan mi tarik khas Lanzhou yang autentik dengan konsep halal.

"Saya suka budaya dan keramahtamahan orang-orang di sini. Orang-orang di sini sangat ramah. Selain itu, iklim di Malang sangat nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin," ujar Yahya saat ditemui di Lanzhou Mi Daging Sapi China, Kamis, 23 Juli 2026. 

Keputusan membuka usaha di Kota Malang juga diperkuat oleh pengalaman positif yang ia rasakan selama merintis bisnis. Menurut Yahya, masyarakat sekitar maupun teman-temannya banyak membantu ketika dirinya menghadapi berbagai kendala.

"Saya punya teman di sini yang sangat membantu. Orang-orang di sini juga banyak bantu menyelesaikan masalah, tidak ada yang menyulitkan," ungkapnya.

Sebelum membuka restoran, Yahya mengaku terlebih dahulu mempelajari budaya dan kebiasaan masyarakat Malang, termasuk selera kulinernya. Dari pengamatan tersebut, ia melihat peluang untuk menghadirkan mi khas Lanzhou dengan cita rasa autentik tanpa meninggalkan kebutuhan masyarakat akan makanan halal.

Sebagai seorang Muslim, Yahya memastikan seluruh bahan baku yang digunakan di restorannya terjamin halal. Menurutnya, hal itu menjadi komitmennya agar masyarakat dapat menikmati kuliner khas Tiongkok dengan rasa aman dan nyaman.

Meski Lanzhou Mi Daging Sapi China kini ramai diperbincangkan di media sosial, Yahya mengaku tidak menyangka usahanya mendapat sambutan yang begitu baik. Ia menilai popularitas restorannya tumbuh secara alami berkat promosi di internet dan rekomendasi para pelanggan.

"Saya rasa biasa saja. Lewat promosi di internet, atau berteman dengan banyak orang yang ikut membantu mempromosikan, itu memberi pengaruh pada popularitas warung mi kami," katanya.

Yahya mengaku memiliki kesan mendalam terhadap Kota Malang dan berharap masyarakat terus mendukung usahanya. Melihat antusiasme pelanggan yang terus meningkat, ia pun mulai menyiapkan rencana ekspansi dengan membuka cabang baru apabila telah menemukan lokasi dan mitra yang sesuai.

"Kesan saya terhadap Malang sangat baik. Orang-orang di sini selalu memberikan kehangatan dan bantuan ketika saya membutuhkan. Saya berharap masyarakat terus mendukung usaha kami agar semakin banyak orang bisa menikmati mi khas Lanzhou," tutupnya.

Tombol Google News

Tags:

Lanzhou Mie Daging Lanzhou China Kayutangan Kuilner Kayutangan Ma Yulong Yahya Kota Malang