KETIK, MALANG – Sebagai upaya mengatasi kekeringan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) digelar untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah Malang. Operasi ini telah berlangsung sejak Kamis, 15 Oktober 2025 dan direncanakan berjalan selama 15 hari ke depan.
Dalam OMC tersebut, sebanyak 40 koli garam natrium klorida (NaCl) dengan total berat 800 kilogram disemai ke kumpulan awan. Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat TNI AU C-212/A-2103 yang diterbangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Jabatan Fungsional Ahli Madya BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto, menyampaikan durasi operasi dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.
"Sudah dimulai sejak tanggal 15 Oktober dan rencananya sampai 15 hari ke depan. Tetapi kemudian, memang harus melihat perkembangan situasi secara detail dan dipertimbangkan berapa harinya," jelasnya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Reza Sastranegara saat mengecek pesawat yang dilibatkan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) beberapa waktu lalu. (Foto: Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh)
Ia mengungkapkan, pelaksanaan OMC bergantung penuh pada ketersediaan kumpulan awan. Apabila kondisi awan tidak memungkinkan, operasi tidak dapat dilaksanakan.
"Pelaksanaan operasi berlangsung fleksibel, misalnya tiba-tiba tidak memungkinkan atau malah ada yang memungkinkan disemai awannya," tambahnya.
Sebagai informasi, OMC ini bertujuan untuk meningkatkan volume air di Bendungan Selorejo dan Bendungan Sengguruh. Kedua bendungan yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I tersebut diharapkan dapat membantu menanggulangi kekeringan akibat minimnya curah hujan.
Tanpa adanya OMC, BMKG memprediksi hujan di wilayah Malang berpotensi turun pada November 2026. Namun, akibat pengaruh kuat fenomena El Nino, awal musim hujan diperkirakan mundur hingga Desember 2026.
"Pada umumnya kalau di Malang memang di November, tetapi karena El Nino menguat maka musim hujan mundur di Desember. Jadi, agak lebih mundur dibandingkan biasanya," terangnya.
Ia menambahkan bahwa potensi hujan pada November belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai awal musim hujan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap mencermati perkembangan kondisi cuaca di wilayah Malang.
"Hujan berpeluang turun sebelum musim hujan dimulai. Namun hanya saja, curah hujannya belum memenuhi kriteria awal musim hujan, yakni mencapai 50 milimeter dalam satu dasarian dan berlanjut pada dasarian berikutnya," tandasnya. (*)
