Perkuat Wawasan Akademik Mahasiswa Baru, FUSI UIN Malang Gelar Studium General Perdana

22 September 2026 16:13 22 Sep 2026 16:13

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perkuat Wawasan Akademik Mahasiswa Baru, FUSI UIN Malang Gelar Studium General Perdana

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang menyelenggarakan kegiatan Studium General pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri (FUSI UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang perdana menyelenggarakan kegiatan Studium General dengan tema "Melampau Teks, Merespon Zaman: Tantangan Krisis Global dalam Kajian Kawasan Tafsir dan Hadis" di Aula Pertemuan lantai 4 Gedung B Pascasarjana pada Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan ini menjadi rangkaian agenda perdana setelah Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam resmi menjadi fakultas sendiri di UIN Malang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru sebagai bentuk acara yang dapat memperkuat wawasan akademik mahasiswa baru.

Dalam kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam secara khusus menghadirkan dua narasumber luar biasa yang memberikan materi selama kegiatan berlangsung, yakni Prof. Tamer Saad Ibrahim Khedr, Professor of Linguistics, Suez Canal University, Egypt sebagai narasumber 1 dengan membawa materi Al-Harakah Al Muhtawa (Gerak Teks): Dialektika Semantik Arab Klasik-Modern dan Isyarat Ekologis Teks Wahyu.

Selain itu, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam juga menghadirkan Prof. Dr. Nasrulloh, M.TH.I, Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber 2 dengan materi Vernakulisasi dan Epistemologi Kajian Tafsir Hadis Nusantara: Membumikan Isyarat Profetik dalam Kearifan Lokal untuk Solusi Krisis Iklim dan Air.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., berpesan kepada para mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam bahwa tidak ada Program Studi yang memiliki masa depan gelap, semua tergantung pada diri sendiri yang mau untuk berusaha. Menurutnya, semua prodi memiliki karir yang baik bagi mahasiswa yang berusaha.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ruang diskusi ini menjadi menarik di mana narasumber dengan background linguistik yang dikaji di wilayah barat kemudian dipadukan dengan tafsir Al-Quran yang lebih pada kajian di wilayah timur. Sehingga, menghasilkan kajian yang bukan hanya normativisme tapi juga kritisisme.

Foto Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menghadiri acara Studium General yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menghadiri acara Studium General yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

"Inilah pentingnya kalau menurut saya, teman-teman yang studi hadis Qur'an di sini dengan pendekatan tanda kutip yanga di Timur ya, tidak semuanya normatif, maka dengan Barat yang kritis ini kalau dipadukan ini menarik. Justru dia menjadi pengkritiknya Barat ketika ada kelemahannya, karena di Barat itu orang diajarkan bukan untuk mendengar kemudian menelan, tapi mengkritik," ujarnya.

Dari kegiatan ini, Basri berharap agar proses diskusi dan dialektika bisa berjalan dengan lancar dan semua yang disampaikan oleh narasumber bisa dipahami oleh mahasiswa, khususnya Prof. Tamer Saad Ibrahim Khedr, yang telah bergelut dengan bahasa bisa memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam yang setiap hari menggeluti dengan tafsir Al-Quran.

"Mudah-mudahan apa yang dibawa oleh Prof. Tamer itu tidak konvensional karena dia bukan ahli tafsir, tapi bahasa. Ya mungkin anak-anak yang biasanya bergelut dengan eksegesis Qur'an, tafsir Qur'an, mungkin dengan pendekatan bahasa ya mungkin bisa jadi menarik," jelas Basri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan perdana ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa dengan pemahaman Al-Quran yang tidak hanya dari sisi klasik dan tekstual, tetapi penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang lebih kontemporer.

"Narasumber yang hadir pada hari ini adalah Prof. Tamer. Beliau dari Mesir yang memang bidangnya adalah linguistik dan bagaimana pemahaman teks-teks ayat ini bisa dipahami secara dasarnya oleh mahasiswa baru," tutur Prof. Erfaniah Zuhriah.

Prof. Erfaniah Zuhriah juga berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi ruang tradisi akademik yang kritis, terbuka dan kontekstual dengan merespon segala perkembangan zaman dengan pemahaman yang dimiliki bagi mahasiswa baru. 

"Jadi kita tanamkan pondasi-pondasi teks-teks itu yang lebih responsif ya, mengikuti perkembangan zaman lebih kontekstual seperti itu, tidak hanya tekstual saja dalam memahami teks-teks ayat. Karena kita tahu bahwa perkembangan dalam konteks hukum di masyarakat ya tidak bisa lepas dari sumber dari segala sumber hukum Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadis," pungkasnya.

Melalui Studium General ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya menghadirkan pakar-pakar akademis nasional tetapi juga internasional dalam memberikan wawasan bagi mahasiswa.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Fusi Uin Malang UIN Maliki Malang Kampus Malang Kota Malang Studium General Prof. Erfaniah Zuhriah