KETIK, MALANG – Tradisi pembelajaran kitab kuning menjadi salah satu ciri pendidikan Pesantren. Kitab yang dipelajari beragam, mulai dari ilmu tata bahasa Arab, hadis, fikih, hingga akidah.
Beberapa kitab bahkan menjadi bahan pembelajaran dasar bagi santri sebelum mempelajari kitab yang lebih kompleks. Empat di antaranya adalah Al-Jurumiyah, Arba'in Nawawi, At-Taqrib, dan Aqidatul Awam.
Berikut Penjelasannya:
- Al-Jurumiyah
Al-Jurumiyah merupakan kitab dasar dalam mempelajari ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Penguasaan nahwu membantu santri memahami struktur kalimat dalam bahasa Arab.
Kitab ini ditulis oleh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Ash-Shinhaji, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Ajurrum. Kitab ini memiliki pembahasan yang ringkas sehingga banyak digunakan sebagai pengantar dalam pembelajaran nahwu. - Arba'in Nawawi
Arba'in Nawawi menjadi salah satu kitab dasar dalam pembelajaran hadis. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi.
Berbeda dengan namanya yang berarti 40, kitab ini memuat 42 hadis pilihan. Hadis-hadis tersebut membahas sejumlah dasar penting dalam ajaran Islam, seperti niat, iman, Islam, akhlak, hingga hubungan antarmanusia. - At-Taqrib
Kitab At-Taqrib menjadi salah satu rujukan dasar dalam mempelajari ilmu fikih. Kitab ini membahas berbagai persoalan hukum Islam, termasuk ibadah dan muamalah.
Kitab tersebut ditulis oleh Al-Qadhi Abu Syuja' Ahmad bin Al-Husain Al-Ashfahani. Pembahasannya yang ringkas membuat At-Taqrib banyak digunakan sebagai kitab pengantar sebelum santri mempelajari pembahasan fikih yang lebih luas. - Aqidatul Awam
Aqidatul Awam merupakan kitab ringkas yang membahas dasar-dasar akidah dan keimanan. Kitab ini ditulis oleh Syekh Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki.
Aqidatul Awam disusun dalam bentuk nadzom, yaitu syair berbahasa Arab yang memudahkan santri menghafal materi. Kitab ini terdiri dari 57 bait dan membahas pokok-pokok keimanan yang perlu dipahami oleh seorang Muslim.
Keempat kitab tersebut memiliki bidang pembahasan yang berbeda. Al-Jurumiyah membahas tata bahasa Arab, Arba'in Nawawi membahas hadis, At-Taqrib membahas fikih, sedangkan Aqidatul Awam membahas akidah. Pembelajaran kitab-kitab ini menjadi bagian dari tradisi keilmuan yang masih berlangsung di berbagai pesantren hingga saat ini. (*)
