Gandeng ILG Food Group Belanda, Unisma Rintis Startup Internasional dan Ekspor-Impor

12 Juni 2026 11:36 12 Jun 2026 11:36

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gandeng ILG Food Group Belanda, Unisma Rintis Startup Internasional dan Ekspor-Impor

Unisma saat kunjungan ke ILG Food Group Belanda. (Foto: Humas Unisma)

KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) mulai mengembangkan startup bertaraf internasional sekaligus menjajaki peluang bisnis ekspor-impor. Langkah ini dilakukan setelah Unisma melakukan kunjungan ke ILG Food Group Belanda, perusahaan importir dan distributor pangan multinasional.

Rektor Unisma, Prof Junaidi, menjelaskan, dalam pertemuan tersebut juga fokus dalam pengembangan kerja sama untuk perdagangan internasional, hilirisasi produk unggulan Indonesia hingga ketahanan pangan global. 

Menurutnya, perguruan tinggi tak hanya bertugas menghasilkan lulusan unggul di bidang akademik, namun juga berinovasi agar memberi dampak sosial dan ekonomi di masyarakat. 

"Kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan. International Start-Up and Export Import Hub menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan UNISMA menuju Entrepreneurial University dan World Class University," ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Usai pertemuan tersebut, ILG Food Group bahkan tertarik akan peluang mengembangkan industri pengolahan singkong (cassava). Mengingat komoditas tersebut cukup diminati di pasar internasional. 

ILG juga menanyakan kemungkinan ketersediaan fasilitas maupun mitra industri pengolahan singkong dengan kapasitas produksi sekitar 100 ton per bulan. Dengan demikian, peluang memperluas jangkauan ekspor impor produk berbasis singkong di pasar global semakin besar. 

"Unisma melihat peluang ini sebagai momentum untuk menghubungkan petani, UMKM, industri pengolahan, investor, dan pasar internasional dalam rantai nilai yang saling menguntungkan," lanjutnya. 

Menurut Prof Junaidi, melalui kolaborasi yang dibangun, memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai katalis yang mempertemukan inovasi, riset, masyarakat, dan dunia usaha. 

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang bagaimana hasil produksi tersebut memiliki nilai tambah, akses pasar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.

Selain itu, pertemuan juga membahas kemungkinan penyelenggaraan program magang internasional, business matching, pelatihan ekspor-impor, pendampingan UMKM berbasis ekspor, pengembangan startup mahasiswa, serta promosi produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kerja sama Internasional UMKM Ilg Food Group Belanda Universitas Islam Malang UNISMA Bisnis Ekspor-impor Rektor Unisma Prof Junaidi Entrepreneurial University world class university