KETIK, MALANG – Sebanyak 141 siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Kota Malang mengikuti kegiatan Fun & Study di Eco Active Park, kompleks Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Rabu, 21 Oktober 2026. Melalui pembelajaran di luar kelas ini, siswa diajak mengenal lingkungan hidup, keanekaragaman satwa, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung dengan menjadikan lingkungan sebagai sumber pengetahuan. Tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis, siswa juga mengamati berbagai praktik pengelolaan lingkungan dan teknologi ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di Eco Active Park, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis burung yang dilindungi maupun terancam punah dari berbagai daerah, termasuk cara satwa tersebut bertahan hidup. Mereka juga mengikuti Jungle Adventure, mempelajari pengolahan limbah kotoran sapi dan manajemen sampah, serta mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Briefing Kepala SMP Negeri 25 Kota Malang sebelum Fun & Study di Eco Active Park, kompleks Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)
Pengalaman belajar semakin beragam melalui pengenalan teknik sederhana pengolahan air limbah dan pemanfaatan minyak goreng bekas menjadi sabun. Siswa juga memperoleh pengetahuan tentang sejarah pembuatan susu, jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan yang beracun, serta beragam jenis kambing dari berbagai belahan dunia.
Kepala SMPN 25 Kota Malang, Lila Puspitasari, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan di luar kelas harus dimanfaatkan siswa sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun karakter. Sebelum rombongan berangkat, ia secara resmi melepas para siswa dan memberikan arahan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, serta memberikan manfaat maksimal.
Lila berpesan agar siswa menjaga kedisiplinan, mengutamakan keselamatan, dan menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan. Ia juga mendorong siswa untuk aktif mengamati, menyimak penjelasan pemandu, serta berani bertanya ketika menemukan hal yang belum dipahami.
“Jaga ketertiban, kurangi bicara yang tidak perlu, dan perbanyak mendengar serta melihat. Kalian harus aktif menggali pengetahuan di sana. Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya,” pesannya.
Selain kedisiplinan, Lila menekankan pentingnya kebersamaan dan sikap saling menghargai. Ia mengingatkan siswa agar tidak saling mendorong atau mengolok-olok teman serta tidak meninggalkan rombongan tanpa sepengetahuan guru pendamping.
Menurutnya, keselamatan selama kegiatan menjadi tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan setiap siswa.
Ia juga mengimbau siswa untuk menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang bersih dan layak dikonsumsi. Meski tidak dapat mendampingi rombongan hingga kegiatan selesai karena agenda kedinasan lain, Lila menyampaikan kepercayaannya kepada siswa dan guru pendamping untuk menjalankan kegiatan dengan baik.
“Bu Lila percaya kepada kalian semua. Jaga nama baik sekolah di mana pun berada. Saling mengingatkan dengan cara yang baik, jaga emosi, dan jangan marah ketika diingatkan. Insyaallah, hari ini kita semua mendapatkan banyak pengetahuan baru,” tuturnya.
Para siswa SMP Negeri 25 Kota Malang mengikuti pelatihan daur ulang sampah dalam Fun & Study di Eco Active Park, kompleks Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)
Sementara itu, wali kelas VIII-C SMPN 25 Kota Malang, Siti Nurzaenab, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler bertema cinta alam ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual. Dengan berinteraksi langsung dengan lingkungan, siswa diharapkan lebih mudah memahami persoalan lingkungan sekaligus menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah edukasi berbasis lingkungan. Kami ingin siswa belajar langsung dari alam dan mengenal teknologi ramah lingkungan yang ada di sini,” ujar pendidik yang akrab disapa Bu Zae tersebut.
Kegiatan ini didampingi lima wali kelas VIII, yakni Dewi Jasmine, S.S.N. (VIII-A); Rizki Alfiadi, S.Pd. (VIII-B); Siti Nurzaenab, M.Pd. (VIII-C); Novan Pambudi, S.Pd. (VIII-D); dan Ade Rizky I.S.Y.S., S.Pd. (VIII-E). Pelaksanaan kegiatan juga dikoordinasikan oleh dua koordinator kokurikuler, Medita Chrysan Theum, S.Pd., dan Muhammad Mukhlis Abdillah, S.Pd.
Dukungan turut diberikan oleh paguyuban orang tua siswa kelas VIII yang diwakili sepuluh orang tua. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengalaman belajar siswa di luar lingkungan sekolah.
Melalui Fun & Study, SMPN 25 Kota Malang berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata. Pengalaman tersebut diharapkan mendorong siswa membiasakan perilaku ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah, mengurangi limbah, hingga menjaga kebersihan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
