KETIK, MALANG – Ratusan pembalap cilik memadati Lapangan UIN Malang dalam ajang Wonder Race 2026, Sabtu, 11 Juli 2026. Kompetisi balap push bike ini diikuti oleh 705 peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Ajang berskala nasional ini menjadi wadah unjuk bakat bagi ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Kehadiran para pembalap cilik dari luar provinsi menunjukkan sengitnya persaingan di lintasan. Kejuaraan ini sukses menarik perhatian warga lokal hingga komunitas push bike Nusantara yang datang untuk saling bersaing memperebutkan podium juara.
"Kegiatannya positif. Kalau ditanya persiapannya, ya kami sudah persiapkan panjang sejak awal tahun dari Kota Palu untuk ikut event seperti ini," ungkap Yanwar, warga asal Palu, Sulawesi Tengah.
Bagi Yanwar, keikutsertaan putranya pada ajang Wonder Race 2026 ini bukan sekadar mengejar trofi. Kompetisi ini menjadi wadah terbaik untuk menyalurkan energi besar sang anak ke arah yang positif daripada hanya berdiam diri menghabiskan waktu di depan gadget.
"Anak zaman sekarang kalau dibiarkan diam pegang gadget kan tidak jadi apa-apa, mending diarahkan. Dampaknya banyak sekali; motoriknya jalan, instingnya mulai ada, anak belajar bergerak, berpikir, hingga mengontrol emosi. Ketika mereka kalah atau melihat temannya menang, mereka mulai berpikir dan termotivasi bahwa usahanya harus lebih keras lagi," jelas Yanwar.
Lebih lanjut, kompetisi ini menghadirkan berbagai kategori kelas secara spesifik berdasarkan tahun kelahiran dan gender peserta. Mulai dari kelas termuda seperti Class 2024 Mix dan Class 2023, serta kelompok umur yang lebih besar seperti Class 2019 dan Class 2018 Boys, Girls & FFA.
Menariknya, setiap kelompok umur diklasifikasikan kembali ke dalam beberapa kategori, seperti Beginner, Amateur, Rookie, dan Elite. Tingginya antusiasme para peserta yang datang dari berbagai penjuru Nusantara membuktikan bahwa tren olahraga push bike kian digandrungi. (*)
.png)