KETIK, MALANG – BMKG memprakirakan Bibit Siklon Tropis 92W berada di Laut Filipina bagian timur sebelah utara Papua Barat Daya dengan potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori sedang hingga tinggi dalam 48 hingga 72 jam ke depan.
Bibit siklon tersebut terpantau memiliki tekanan udara minimum 1004 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot serta bergerak ke arah barat laut.
"Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah pesisir timur Filipina, Laut Filipina, Samudra Pasifik timur Filipina hingga Laut Sulawesi, serta di sekitar bibit siklon tropis tersebut," ujar Prakirawan BMKG, Miftah Ali, mengatakan dalam tayangan terbaru prakiraan cuaca di kanal YouTube BMKG.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis maupun di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Tanjung Pinang dan Tanjung Selor. Sementara hujan ringan berpotensi mengguyur Medan, Pangkal Pinang, Serang, serta sebagian besar wilayah Kalimantan.
Adapun cuaca berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, dan sebagian besar Pulau Jawa.
BMKG juga memprakirakan potensi udara kabur di Bandar Lampung serta kabut atau asap di Padang dan Jambi.
Sementara itu, untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Palu, Manado, Ambon, dan Jayawijaya.
Cuaca berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Merauke.
Adapun potensi asap atau kabut diprediksi terjadi di Nabire.
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan genangan air, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami hujan berintensitas tinggi. (*)
