KETIK, MALANG – Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35 Tambakberas, Jombang, ternyata telah diyakini jauh sebelum forum tertinggi Nahdlatul Ulama itu digelar.
Sebuah tongkat komando dari pohon zaitun yang diberikan KH Thoriq Bin Ziyad (Gus Thoriq) kepada Gus Kikin pada Desember 2025 bahkan menjadi simbol pesan damai dan harapan agar konflik internal PBNU dapat segera berakhir.
Tongkat sepanjang 45 sentimeter itu diserahkan Gus Thoriq kepada Gus Kikin saat keduanya bersilaturahmi di kediaman Gus Thoriq, Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat, 5 Desember 2025 petang.
Saat itu, Gus Thoriq telah melihat sosok Gus Kikin sebagai figur yang dinilai mampu menjadi pemersatu di tengah dinamika internal PBNU.
Kini, setelah Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketum PBNU, pesan terkandung dalam tongkat zaitun itu kembali mengemuka.
Gus Thoriq berharap amanah kepemimpinan Gus Kikin dapat membawa PBNU menjadi kekuatan yang mampu meredam perbedaan, memperkuat persatuan, serta menjadi pemersatu bangsa.
“Gus Kikin ini kan cicitnya KH. Hasyim Asyari ya, kami berbincang bahwa PBNU menjadi kekuatan besar di Indonesia karena ada tiga momentum. Pertama, kemenangan awal sebagai partai politik di era orde lama, kedua penumpasan paham komunisme serta ketiga munculnya Hari Santri Nasional yang kita peringati setiap tahunnya,” ujar Gus Thoriq, Senin, 31 September 2026.
Menurut Gus Thoriq, terpilihnya Gus Kikin sudah ia yakini jauh hari sebelum Muktamar ke-35 Tambakberas digelar.
Saat itu, Jumat ba'da ashar, Gus Kikin yang menjabat Ketua PWNU Jatim Periode 2024-2029 Muktamar ke-34 di Lampung, datang menemui Gus Thoriq dalam rangka silaturahmi. Sementara di iternal PBNU, tejadi konflik yang cukup memanas.
Saat itu Gus Thoriq berkata, problem internal PBNU harus segera diselesaikan. Ia pun berpesan pada Gus Kikin yang datang untuk ikut meredam seluruh persoalan di PBNU sembari menyerahkan tongkat Zaitun.
“Mendamaikan itu tugas yang mulia, jangan sampai konflik internal PBNU menjadi konflik yang meluas di ummat,” tegas Gus Thoriq.
Gus Thoriq bilang, sebagai warga NU, harusnya berlomba dengan momentum menuju kebaikan bagi umat.
“Jangan sampai dengan berlarutnya konflik, akan semakin membuat NU keluar dari pondasi awal pembentukkan organisasi ini. Sebab NU dibentuk sebagai benteng aqidah bagi umat,” ujar Gus Thoriq.
Tongkat Zaitun dibuat santri Gus Thoriq selama satu minggu. Tongkat komando sepanjang 45 centimeter tersebut, sudah ia beri asma'.
Terdapat 12 pohon zaitun di lingkungan Ponpes Babussalam, tempat kediaman Gus Thoriq. Rata rata pohon Zaitun tersebut, berumur 7 hingga 10 tahun dan tumbuh subur.
Menurut Gus Thoriq, ia menyerahkan tongkat komando dari pohon Zaitun pada Gus Kikin sebagai penanda agar seluruh konflik internal dalam tubuh PBNU, segera terselesaikan dengan baik. Tongkat komando yang sudah diberi asma’ tersebut, dibuat selama satu minggu.
“Mudah-mudahan tongkat komando ini mampu mendamaikan PBNU. Karena sejatinya pohon zaitun adalah alat pemersatu perbedaan seperti yang terjadi diwilayah Syam (Jordania, Syiria, Palestina dan Lebanon-red),” ucapnya.
Gus Thoriq juga mengisyaratkan pemberian tongkat yang serupa dari Syaikhona Kholil Bangkalan pada KH.Hasyim Asyari ketika membentuk organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama.
“Dalam firman-nya Allah SWT bersumpah menggunakan buah tin dan pohon zaitun. Semoga melalui tongkat komando ini, Gus Kikin bisa menjadi penengah dan mendamaikan konflik internal dalam PBNU,” tuturnya.
Terakhir, Gus Thoriq berharap dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, bisa mempersatukan seluruh anak bangsa. "Kami berharap NU menjadi pemersatu, menjadi agen Bhineka Tunggal Ika," terang Gus Thoriq.
PBNU, lanjut Gus Thoriq, harus menjadi penjaga 4 pilar kebangsaan di tengah gempa politik internasional.
"Kemerdekaan Republik Indonesia adalah amanah yang sangat besar, satu satunya negara yang mampu merdeka dengan perjuangannya sendiri yang lama adalah Indonesia.
Sehingga, Pancasila dan pesantren, harus manunggal," ucap Gus Thoriq.
Terakhir, Gus Thoriq mengajak seluruh warga Nahdliyin yang sedang eforia dalam selebrasi kemenangan maupun kegagalan dalam Muktamar ke-35, terus melantunkan zikir Sholawat Muhammad Rosulillah.
"Bulan ini masuk bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. 12 Robiul Awwal. Semoga dengan ini semua persatuan, perdamaian dan kemakmuran bisa segera terwujud dan dirasakan oleh umat muslim dari ormas NU, dan semua ummat di NKRI," Gus Thoriq mengakhiri. (*)
Tongkat Zaitun Pemberian Gus Thoriq Antar Gus Kikin Pimpin PBNU, Ternyata Sudah Diyakini Sejak Awal
31 Agustus 2026 23:45 31 Agt 2026 23:45
Gumilang
Editor
Gus Thoriq ketika memberikan tongkat Zaitun pada Gus Kikin, Ketum PBNU hasil Muktamar Ke-35 Tambakberas, Jombang. (Foto: dok Gus Thoriq)
Tags:
Gus Kikin PBNU Ketum PBNU Gus Thoriq malangBaca Juga:
Profil Gus Kikin: Ketum PBNU Terpilih 2026-2031, Cicit Pendiri NU dan Pengasuh TebuirengBaca Juga:
Tahun Baru Islam di Babussalam, Gus Thoriq Gaungkan Malang Jadi Kabupaten Pesantren Pancasila Berita Lainnya oleh Gumilang
30 Agustus 2026 12:03
Antusiasme Meledak! Ratusan Anak Mbois Kota Malang Meriahkan Lomba Mewarnai Tugu Tirta di MCC
28 Agustus 2026 22:11
Prestasi Bergengsi! Program Malang Makmur Finansial Antar Pemkab Malang Sabet Penghargaan OJK 2026
28 Agustus 2026 19:26
Polres Malang Rangkul Pengemudi Ojol, Merawat Rasa Aman di Tengah Masyarakat
27 Agustus 2026 18:36
Fantastis! Kejari Kabupaten Malang Selamatkan Aset PSU Pemkab Senilai Rp2,065 Triliun
27 Agustus 2026 09:58
Perumda Tirta Kanjuruhan Sumbang 35 Inovasi, Antar Kabupaten Malang Raih Predikat Terinovatif
