KETIK, MALANG – Pelaksanaan job fair menjadi salah satu upaya untuk dapat menekan angka pengangguran di Kota Malang. Setiap tahunnya, keterserapan tenaga kerja melalui job fair yang digelar Pemkot Malang dapat mencapai 80-90 persen.
Plt Kepala Disnaker Kota Malang, Sugeng Prastowo menjelaskan jumlah para pencari kerja mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terlebih hingga hari ini terdapat 3.480 orang yang mendaftar ke job fair tersebut.
"Kami yakin seperti tahun kemarin, karena kami buka sampai besok pendaftaran ditutup sekitar pukul 10.00 WIB, bisa mencapai 5.000-6.000 pendaftar. Rata-rata keterserapan tenaga kerja bisa 80-90 persen," ujarnya, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Sugeng, banyaknya perguruan tinggi turut mendongkrak tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang. Namun pada tahun ini terjadi penurunan TPT di Kota Malang, dari semula 6,10 menjadi 5,97.
"Kota Malang kan sebagai kota pendidikan otomatis TPT akan terdongkrak. Penghitungan TPT rekan-rekan BPS ini tidak hanya warga Kota Malang, tapi warga yang berdomisili di Kota Malang. Jadi kalau mahasiswa kuliah lebih dari 1 tahun dinyatakan sebagai domisili di Kota Malang," lanjutnya.
Sugeng mengatakan, upaya menekan TPT tidak cukup hanya dengan membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah juga melakukan upaya menjembatani dunia usaha dan industri dengan para pencari kerja.
Menurutnya, job fair menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang tersedia.
"Dalam rangka mengurangi TPT Kota Malang, memang upaya strategis itu hanya ada dua. Pemerintah membuka lapangan kerja, dan yang kedua kita menjembatani dunia usaha dan dunia industri dengan para pencari kerja ini," ungkapnya.
Sebelum job fair berlangsung, Disnaker PMPTSP Kota Malang melakukan job canvassing ke sejumlah perusahaan. Akhirnya didapatkan 50 perusahaan dengan 1.697 lowongan kerja yang tersedia.
"Target dari sebuah pelaksanaan pameran kesempatan kerja atau job fair ini bukan jumlah pencari kerjanya, tapi lowongan pekerjaan yang didapat. 50 perusahaan ini bukan hanya di Kota Malang, tersebar di sampai dengan Jawa Timur," pungkasnya.(*)
