Resmi Jabat Definitif Kepala DLH Kota Malang, Raymond Langsung Berjibaku Jinakkan Api TPA Supit Urang

23 Oktober 2026 21:52 23 Okt 2026 21:52

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Resmi Jabat Definitif Kepala DLH Kota Malang, Raymond Langsung Berjibaku Jinakkan Api TPA Supit Urang

Gamaliel Raymond Hatigoran resmi menjadi Kepala Definitif DLH Kota Malang, getol tangani kebakaran di TPA Supit Urang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Gamaliel Raymond Hatigoran kini resmi menjadi Kepala Definitif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang usai dilantik Jumat, 23 Oktober 2026. Saat ini Raymond masih getol untuk menangani kebakaran yang melanda TPA Supit Urang.

Saat TPA Supit Urang mengalami kebakaran, posisi Raymond sendiri masih menjabat sebagai Plt Kepala DLH Kota Malang. Sudah 3 hari petugas gabungan dari DLH Kota Malang, Damkar, BPBD, hingga relawan yang berasal dari lintas wilayah berupaya memadamkan api.

"Teman-teman tidak hanya penyiraman di atas, juga membuat batasan sehingga diharapkan api dapat padam. Sebenarnya sejak hari pertama setelah disiram itu lebih berkurang, sampai jam 12.30 malam. Tetapi begitu ditinggal, kurang lebih jam 01.00 WIB api bertambah, karena posisinya dekat rumput kering," ujar Raymond.

Pada hari kedua kebakaran terus merambat ke sisi selatan sanitary landfill yang banyak diisi bekas tumpukan sampah lama dan tumbuh rumput. Pembuatan sekat di antara tumpukan sampah dinilai menjadi cara yang diharapkan mampu mencegah api semakin cepat menjalar.

"Hari ini sudah istilahnya dibuatkan lubang sehingga diharapkan nanti api itu tidak menjalar. Jadi pembasahannya lebih diperbanyak, supaya tidak melebar. Jadi setelah itu baru pembasahan pada titik yang masih menimbulkan api," ungkapnya.

Raymond menjelaskan selama prosesnya, petugas mengandalkan 4 pompa penembak air yang membutuhkan sekitar 4.000 liter air untuk waktu 4-5 menit. Bahkan tim dari BPBD telah membentuk bendungan di dekat Kelurahan Merjosari untuk pengambilan air.

"Karena memang air yang di LTP sendiri yang kurang lebih 16.000 meter kubik itu dari ketinggian 6 meter sekarang sudah tinggal 50 cm, karena dilakukan pengambilan tiap 5 menit," jelasnya.

Raymond menegaskan sebagai bagian dari evaluasi, penting untuk memberikan sekat di area TPA Supit Urang untuk mencegah kebakaran meluas. Terlebih sekat yang ada saat ini memiliki tumpukan sampah dengan ketinggian lebih dari 20–30 meter.

"Jadi dengan pengalaman kebakaran kemarin, selama ini sekat yang kita buat itu tumpukannya sudah lebih dari 20-30 meter. Teman-teman pada waktu naik ke atas ada keraguan karena takutnya sampah longsor untuk jalur tengah," katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gamaliel Raymond Hatigoran DLH Kota Malang TPA Supit Urang Berita Kota Malang