KETIK, MALANG – Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, mulai berangsur terkendali. Saat ini, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berfokus memadamkan sekitar 70 titik api kecil yang masih tersisa.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, menuturkan bahwa penanganan kebakaran didukung penuh oleh 40 personel Damkar Kota Malang. Selain itu, penanganan ini juga mendapat bantuan berupa 3 unit mobil pemadam dan 15 personel dari Damkar Kabupaten Malang, serta tambahan unit Damkar dari pabrik Bentoel dan Grendel.
"Untuk kondisi api pada malam tadi sudah mengecil, dibandingkan saat sore. Sekarang tinggal 50 sampai 70 titik api kecil tersisa yang berada di sisi utara dan barat," jelasnya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Meski luas area yang sempat terbakar mencapai 1 hektare, perambatan api berhasil dicegah agar tidak semakin meluas. Hal tersebut berkat upaya petugas yang terus melakukan pembasahan, baik pada titik yang sudah terbakar maupun area di sekitarnya.
"Sekitar 30 persen area yang terbakar tadi sudah dibasahi dan tinggal asapnya saja yang mengepul. Di sisi utara dan barat masih ada api-api kecil, menyebar secara sporadis," ungkapnya.
Kendati kobaran api utama telah dikendalikan, petugas tetap tidak mengendurkan penanganan. Hingga Rabu, 21 Oktober 2026 malam, pemadaman terus berlanjut untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari tumpukan sampah.
"Hingga tadi malam, personel kami masih bersiaga. Yang tetap stay di TPA Supit Urang sebanyak 10 orang dari Damkar Kota Malang didampingi 30 orang dari TPA Supit Urang untuk piket menjaga api. Dan pada pagi ini, kami kirim ulang 30 personel dari Damkar Kota Malang ditambah dari Pabrik Bentoel dan Grendel serta Damkar Kota Batu," pungkasnya.(*)
