KETIK, MALANG – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno berdampak hingga wilayah permukiman warga Junggo, Kota Batu. Warga merasakan udara panas disertai asap dan abu yang membuat suasana di sekitar tempat tinggal terasa tidak nyaman.
Jajang, warga Junggo, mengatakan asap kebakaran terkadang terlihat menyerupai kabut. Meski api tidak selalu terlihat jelas pada siang hari, dampaknya tetap dirasakan oleh warga di sekitar permukiman.
“Asapnya membuat tidak nyaman. Ditambah abunya membuat kotor,” ujar Jajang, kepada Ketik.com, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, udara di sekitar Junggo terasa panas meskipun asap yang terlihat menyerupai kabut. Kondisi tersebut membuat warga perlu lebih waspada terhadap dampak kebakaran hutan.
“Seperti kabut, tetapi terasa panas,” kata pria 49 tahun tersebut.
Jajang menuturkan, kobaran api tidak selalu terlihat jelas dari tempatnya. Pada malam hari, cahaya kemerahan tampak jelas.
Meski merasakan dampak asap dan abu, Jajang mengatakan kondisi di tempat tinggalnya masih aman. Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan abu yang terbawa udara.
Warga berharap angin tidak bertiup kencang karena dikhawatirkan dapat membawa asap dan abu ke wilayah permukiman. Kekhawatiran ini muncul mengingat angin kencang sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan tersebut.
"Beberapa waktu lalu, kebakaran berbarengan dengan angin kencang. Ini membuat api cepat menyebar dan susah dipadamkan," tutur Jajang.
"Semoga kali ini nggak ada angin kencang," ia menandaskan.
