KETIK, MALANG – Titik parkir akan segera disiapkan di kawasan Kayutangan Heritage. Pasalnya pada awal tahun 2025, Pemerintah Kota Malang tengah menyiapkan untuk membeli lahan yang akan dialihfungsikan sebagai titik parkir.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. Mengingat minimnya lahan parkir di area wisata tersebut, berdampak pada kepadatan arus lalu lintas khususnya pada akhir pekan maupun libur panjang.
"Sesuai dengan tugas kami, mohon doanya di awal tahun bisa direalisasikan untuk pembelian lahan parkir. Ini sudah kita ukur agar bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun yang jelas bisa mengurangi, nanti disesuaikan dengan target dan keuangan," ujar Widjaja, Sabtu 21/9/2024.
Sesuai dengan target dan perencanaan, proses pembelian tanah akan dilakukan pada Januari 2025 nanti. Berdasarkan arahan dari Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, usai pembelian lahan dapat segera dimanfaatkan sebagai titik parkir.
Penyelesaian persoalan parkir di Kayutangan Heritage akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan anggaran. Saat ini progres penataan parkir Kayutangan Heritage sampai pada penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
"Misalnya estimasi kita untuk mengurangi 100 persen permasalahan parkir ada di 2-3 tempat. Namun karena keuangan, kita baru bisa satu tempat, bisa jadi keputusannya adalah mana yang didahulukan," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa pada saat Kayutangan Heritage dibangun pada tahun 1960an, menggunakan skema 0 derajat. Hal tersebut menyebabkan setelah badan jalan, langsung diisi oleh tempat usaha tanpa menyiapkan lahan parkir.
Seiring perubahan zaman, Kayutangan Heritage berkembang menjadi jujugan wisata masyarakat. Banyak pelaku usaha yang diizinkan beroperasi meskipun tanpa menyediakan lahan parkir.
Akhirnya Pemkot Malang memberikan solusi dengan penggunaan badan jalan sebagai titik parkir. Kondisi tersebut juga sebagai imbas rekayasa lalu lintas yang membuat sepanjang Jalan Basuki Rahmat menjadi satu arah.
"Kebijakan di sana awalnya adalah menghidupkan ekonomi, lokasinya menjadi kampung wisata. Tentu menjadi daya tarik dan berimpact pada perekonomian Kota Malang. Namun pemerintah dalam waktu dekat akan segera menyediakan lahan parkir," tutupnya.
Atur Titik Parkir di Kayutangan Heritage, Awal Tahun 2025 Siap Beli Lahan
21 September 2024 17:20 21 Sep 2024 17:20
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Kondisi parkir di badan jalan Kayutangan Heritage yang akan segera ditata. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Kayutangan Heritage parkir kota malang Kota Malang lahan parkir Dishub Kota Malang Kota Malang macetBaca Juga:
Asah Kreativitas Digital, DPM Unitri Fasilitasi Pelatihan Desain Grafis Mahasiswa MalangBaca Juga:
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan VandalismeBaca Juga:
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!Baca Juga:
Kredit Konsumsi Meroket, Warga Malang Raya Ternyata Gemar Belanja dan Melek InvestasiBaca Juga:
Balap Motor di Jantung Kota Malang, Jalan Kertanegara dan Separuh Jalan Tugu Ditutup TotalBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
30 Mei 2026 17:07
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan Vandalisme
30 Mei 2026 14:23
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!
30 Mei 2026 13:25
Heboh di TikTok! Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Jadi Buruan Wisatawan Kuliner dari Berbagai Daerah
30 Mei 2026 12:15
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Hadirkan WTI di 2 Pasar
29 Mei 2026 15:50
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran
29 Mei 2026 15:40
Momen HLUN 2026, Pemprov Jatim Guyur Bantuan Jaminan Hidup hingga Rp108 Miliar untuk Lansia
Trending
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
