Perluas Kolaborasi, KAI Daop 7 Madiun Gandeng Railfans Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Blitar

24 Juni 2026 23:08 24 Jun 2026 23:08

Angga Novpratama, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perluas Kolaborasi, KAI Daop 7 Madiun Gandeng Railfans Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Blitar

KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas Railfans Madiun, Kertosono, dan Blitar menggelar kampanye anti pelecehan seksual di Stasiun Blitar, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: Daop 7 Madiun for Ketik)

KETIK, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun terus memperkuat komitmennya menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Salah satunya melalui kampanye anti pelecehan seksual yang digelar di Stasiun Blitar dengan menggandeng komunitas pencinta kereta api (Railfans) dari Madiun, Kertosono, dan Blitar, Rabu, 24 Juni 2026.

Kolaborasi lintas komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya preventif KAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas edukasi terkait pencegahan pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian.

Dalam kegiatan itu, anggota komunitas Railfans bersama petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan berbagai aksi edukatif, mulai dari penggalangan tanda tangan petisi bersama pelanggan, pembagian brosur, hingga membentangkan banner dan mockup berisi ajakan untuk berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan asusila.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keterlibatan Railfans dari tiga wilayah sekaligus diharapkan mampu memperkuat kampanye keselamatan dan kenyamanan pelanggan di sepanjang wilayah operasional Daop 7.

“Kami mengapresiasi semangat luar biasa dari rekan-rekan pencinta kereta api di Madiun, Kertosono, dan Blitar yang telah mengambil peran nyata dalam gerakan ini. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh pelanggan untuk tidak ragu bersuara, berani melapor, dan segera meminta pertolongan kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual baik saat di stasiun maupun dalam perjalanan naik KA,” ujar Tohari.

Ia menegaskan KAI menerapkan kebijakan nol toleransi atau zero tolerance terhadap segala bentuk tindakan pelecehan seksual di area stasiun maupun di atas kereta api.

Menurutnya, perusahaan telah menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku yang terbukti melakukan tindakan asusila, termasuk pemblokiran identitas pelanggan.

“KAI tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan tindakan asusila, baik di area stasiun maupun di atas kereta api, akan langsung dikenakan sanksi administratif tegas berupa pemblokiran nomor identitas (blacklist), sehingga tidak dapat lagi menggunakan layanan kereta api untuk jangka waktu tertentu bahkan hingga permanen,” tegasnya.

Selain kampanye dan penegakan aturan, KAI juga terus mengembangkan fitur perlindungan berbasis teknologi bagi pelanggan perempuan. Salah satunya melalui fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI.

Fitur tersebut memungkinkan penumpang perempuan mengetahui posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekitarnya sehingga dapat meningkatkan rasa aman selama perjalanan.

Melalui kolaborasi bersama komunitas Railfans ini, KAI Daop 7 Madiun berharap tercipta budaya saling peduli dan berani melapor terhadap segala bentuk pelecehan seksual demi mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua pengguna jasa kereta api.(*)

 

Tombol Google News

Tags:

KAI Daop 7 Anti Pelecehan Seksual Kereta Api KAI Daop 7 Madiun Tohari Kai Railfans Blitar Railfans Madiun Stasiun Blitar Access By Kai Female Seat Map Transportasi Publik Aman info blitar Berita Blitar