KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama TNI-Polri dan perwakilan perguruan pencak silat menggelar rapat koordinasi guna memperkuat pengamanan menjelang peringatan Bulan Suro 1448 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Graha Krida Praja, Kota Madiun.
Rapat yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun itu dihadiri Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, unsur TNI, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), IPSI, serta perwakilan perguruan pencak silat PSHT dan PSHW TM.
Melalui forum tersebut, seluruh pihak menyatukan langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung 2026. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib.
Dalam keterangannya, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa Bulan Suro merupakan agenda tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban.
"Seluruh stakeholder harus memperkuat koordinasi, mengantisipasi potensi kerawanan, serta menjadikan Kota Madiun sebagai contoh daerah yang damai dan menjunjung tinggi persaudaraan dalam giat suro ini," ujarnya pada Sabtu, 13 Juni 2026.
"Tugas menjaga keamanan bukan hanya pemerintah, Forkopimda, atau perguruan silat saja, tetapi tugas kita bersama. Tahun 2026 kali ini suroan harus aman, nyaman, dan kondusif," tambahnya.
Lebih lanjut, Mas Bagus berharap rangkaian kegiatan Bulan Suro tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan UMKM serta penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional.
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menyampaikan bahwa Operasi Aman Suro 2026 akan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur pengamanan internal perguruan pencak silat. Sebanyak 829 personel disiapkan untuk pengamanan kegiatan Suroan PSHT dan 838 personel untuk Suran Agung PSHW TM.
"Kami mengajak seluruh warga dan seluruh keluarga besar perguruan pencak silat untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Madiun tetap aman dan kondusif. Bulan Suro adalah momentum mempererat persaudaraan, bukan ajang menunjukkan kekuatan. Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," tegas Kapolres.
Selain menyiapkan pengamanan, Polres Madiun Kota juga melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari penindakan balap liar dan peredaran minuman keras hingga pembentukan tim reaksi cepat serta peningkatan patroli dan sambang ke lingkungan masyarakat maupun lokasi latihan perguruan pencak silat.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengurus PSHT maupun PSHW TM juga menyatakan kesiapan mematuhi seluruh ketentuan pengamanan, mengerahkan personel pengamanan internal, serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Maklumat Aman Suro 2026. Maklumat tersebut memuat sejumlah ketentuan, antara lain larangan penggunaan atribut perguruan saat keberangkatan dan kepulangan, kewajiban menggunakan kendaraan roda empat tertutup, larangan penggunaan pengeras suara, kepatuhan terhadap lokasi parkir yang telah ditentukan, serta larangan adanya penggembira dalam rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung.
Melalui rapat koordinasi dan penandatanganan maklumat tersebut, seluruh unsur yang hadir sepakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kesepakatan itu diharapkan mampu mewujudkan pelaksanaan Bulan Suro 2026 yang aman, tertib, damai, serta penuh makna bagi masyarakat Kota Madiun. (*)
.png)