KETIK, LUMAJANG – Libur panjang pelajar yang akan berlangsung beberapa hari lagi membuat mitra SPPG menjerit terkait dengan nasib karyawan yang terlanjur bekerja di SPPG sebagai mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Bejo, salah satu mitra SPPG di Lumajang berkirim surat ke Presiden Prabowo Subianto yang mempertanyakan nasib karyawan yang ikut diliburkan karena libur sekolah tersebut.
"Sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan gizi, kami memiliki tanggungjawab terhadap karyawan. Karena sebagian karyawan kami adalah pekerja yang mundur dari pekerjaan sebelumnya dan bekerja di SPPG. Ketika libur seperti ini mereka juga tidak dibayar, ini tentu saja masalah bagi kami, karena mereka juga punya keluarga," kata Bejo.
Disisi lain, sewa SPPG dan seluruh peralatan yang belakangan diganti sebagai insentiv juga tidak diberikan kepada mitra SPPG selama libur sekolah.
"Membangun SPPG itu biayanya sangat tinggi. Sebagian ada yang pinjam bank. Kalau semua pembiayaan ikut diliburkan, dari mana kami bisa bayar tanggungan-tanggungan itu. Kami ini kan mitra pemerintah, jadi nasib kami juga harus diperhitungkan," kata Bejo.
Surat yang dikirim ke Presiden Prabowo Subianto ini merespon Surat Edaran Kepala BGN No. 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional masa libur sekolah tertanggal 17 Juni 2026.
Masih kata Bejo dari seluruh karyawan SPPG hanya 3 karyawan yang tetap masuk dan digaji, yakni Kepala SPPG, Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan.
"Yang lain diliburkan mas. Kan kasian mereka, mau kerja apa selama 14 hari ini. Mereka tidak punya pekerjaan lain selain di SPPG," urai Bejo.
.png)