KETIK, LUMAJANG – Momen khidmat Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Lumajang, Sarasehan Kedaulatan dan Food Security Expo yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 menjadi ajang penyaluran bantuan strategis bagi kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menyerahkan bantuan simbolis paket budidaya ayam petelur dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kepada Kelompok Tani (Poktan), serta 20 paket etalase usaha dari Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD HKTI Jawa Timur, HM Arum Sabil dan Kawendra Anggota DPR RI dan Prof. Dr. Ir. Hasil Sambiring, M. Sc Kementan dan Bakorwil Jember Budi Raharjo, di sela-sela Rangkaian Acara Pelantikan PAC HKTI se-Kabupaten Lumajang.
Program kolaboratif ini dihadirkan sebagai langkah konkret memberdayakan Poktan serta mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pertanian di Lumajang agar semakin mandiri, profesional, dan "naik kelas".
Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Lumajang sekaligus Sarasehan Kedaulatan dan Food Security Expo yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026. (Foto: HKTI Jatim)
Dalam keterangannya, Ketua DPC HKTI Lumajang, HM Jamaluddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian RI serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas sinergi dan kepedulian yang diberikan kepada sektor pertanian di Lumajang.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementan RI, Gubernur Jawa Timur, serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur atas kepercayaan yang diamanahkan. Penyerahan bantuan budidaya ayam petelur untuk Poktan dan 20 paket etalase bagi UMKM di sela pelantikan PAC ini mempertegas komitmen HKTI untuk terus hadir mendampingi petani dan pelaku usaha dari hulu hingga hilir," ujar Jamal.
Beliau menjelaskan bahwa paket budidaya ayam petelur dari Kementan RI ditujukan untuk memperkuat diversifikasi usaha Poktan dan ketahanan pangan lokal. Sementara bantuan etalase dari Pemprov Jatim disalurkan guna meningkatkan higienitas, estetika penyajian, dan daya jual produk olahan pertanian di pasar yang lebih luas.
"Harapan kami, seluruh bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Bantuan ayam petelur diharapkan mampu menambah nilai ekonomi anggota kelompok tani, sedangkan etalase usaha membuat tampilan produk UMKM pertanian kita semakin menarik, rapi, dan siap bersaing sehingga omzet para pelaku usaha meningkat," tambahnya.
Melalui konsolidasi organisasi PAC se-Kabupaten Lumajang dan penyaluran bantuan ini, HKTI Lumajang terus memperkuat posisinya sebagai jembatan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah demi mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan masyarakat tani Lumajang. (*)
