KETIK, LOMBOK TENGAH – Veda Ega Pratama adalah sebuah pengecualian. Sebelumnya, pembalap-pembalap Indonesia yang tampil di ajang Grand Prix (Moto3, Moto2, MotoGP) selalu kesulitan bersaing di baris terdepan melawan rider-rider top Eropa.
Alasan yang muncul macam-macam. Ada yang bilang rider Indonesia terlalu 'sopan', skill masih kurang, dan lain sebagainya. Namun, kehadiran Veda Ega di Moto3 bersama Honda Team Asia tahun ini menghapus semua stigma.
Pembalap berusia 17 tahun itu dengan ‘tanpa dosa’ langsung merangsek barisan depan merusak tatanan persaingan pembalap-pembalap Moto3 asal Eropa yang jauh lebih senior.
Di balapan keduanya sebagai rookie Moto3 di Brasil tahun ini dia bahkan sudah berdiri di podium ketiga. Itu membuatnya tercatat sebagai rider Indonesia pertama yang sanggup meraih podium grand prix dalam sejarah.
Apa yang membuat Veda Ega seberingas itu? Apa rahasia-rahasia kecil Veda Ega di rumahnya, yakni Gunungkidul, Yogyakarta? Sejak kapan talenta luar biasa Veda Ega itu terendus keluarga?
Berikut wawancara eksklusif Ketik.com dengan Ibunda Veda Ega, Mei Lina Hananingsing di tengah-tengah gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 10 Oktober 2026.
Ketik.com: Ibu, Bagaimana perasaannya menonton langsung Veda Ega dari Sirkuit Mandalika? Ini adalah balapan perdana Veda di Moto3 di Sirkuit kebanggaan kita di Indonesia.
Ibunda Veda Ega: Perasaannya senang. Tapi campur aduk. Gimana ya, Mas, ya deg-degan juga. Karena ini baru pertama Veda tampil di Moto3 di Mandalika. Kalau kemarin-kemarin kan ATC (Asia Talent Cup), motornya beda, gitu.
Ketik.com: Ibu, biasanya Veda ketika mau balapan apa yang disampaikan ke Ibu? Apa ada permintaan khusus? Doa-doa khusus, atau ada ucapan khusus dari Veda ke Ibu atau ke Bapak (Sudarmono, Ayah Veda Ega, red), ke keluarga?
Ibunda Veda Ega: Nggak ada sih. Cuma kalau pas mau balapan biasanya video call. Ngobrol sama bapaknya. Gimana kondisinya. Motornya gimana. Intinya obrolan biasa gitu lah. Apa ya, paling saya cuma selalu ngingetin juga, selalu doa sebelum balapan.
Ketik.com: Khusus untuk balapan di Mandalika ini apa Veda Ega sempat bilang sesuatu?
Ibunda Veda Ega: Nggak ada. Yang jelas dia optimis, ya. Tambah semangat. Banyak yang mendukung.
Ketik.com: Ini nonton ke Mandalika sama siapa saja, Bu?
Ibunda Veda Ega: Sama adiknya (Ghea Khansa Adara, red) dan ayahnya (Sudarmono, red).
Ketik.com: Bu, boleh di-spill, Bu, Veda waktu kecil itu ngapain aja sih kebiasaannya? Atau bakat balapnya mulai diketahui itu kapan?
Ibunda Veda Ega: Dari usia 4 tahun, Mas. Ini pakai motor pemotong rumput dulu itu. Terus bapaknya lihat kayaknya anak ini suka motor. Terus ke motocross. Dia dulu motocross, agak lama. Terus, ya, ikut-ikut sekolah balap juga. Pernah di tempatnya Hendriansyah dulu. Akhirnya pindah ke road race.
Ketik.com: Berarti mulai usia 4 tahun sudah mulai muncul bakat dan kecintaannya ke dunia balap?
Ibunda Veda Ega: Awalnya sih lihat ayahnya (Ayah Veda Ega, Sudarmono, juga seorang pembalap nasional yang pernah juara Kejurnas, red). Tapi, kami nggak maksa, Veda ini keinginan anaknya sendiri.
Ketik.com: Sekarang Veda kelas berapa, Bu?
Ibunda Veda Ega: Kelas 3 SMA. Di SMA Taman Madya IP Jogja.
Ketik.com: Terus sekolahnya gimana, Bu?
Ibunda Veda Ega: Sekolahnya juga mendukung, ya. Jadi online terus. Kadang dikasih tugas, bisa ngertiin. Karena tahu Veda balapan di luar negeri. Jadi waktunya disesuaikan.
Ketik.com: Berarti tahun depan sudah menginjak ke perguruan tinggi Veda, ada plan, Bu, Veda mau kuliah di mana?
Ibunda Veda Ega: Ingin saya dia tetap kuliah. Kalau bisa UGM (Universitas Gajah Mada) atau UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Semoga bisa. Jurusannya terserah dia. Mungkin jurusan olahraga, ya. Tapi intinya kita orang tua selalu dukung apa keputusannya nanti. Karena kan kegiatan dia padat juga.
Ketik.com: Hmm. Oke. Bu, bisa dibocorin nggak, Bu, kebiasaan unik Veda yang nggak diketahui banyak orang?
Ibunda Veda Ega: Gimana ya. Biasa aja sih, tapi... ya itu, dia anak yang gampang bergaul. Kalau bergaul gampang sama banyak orang. Kalau sama teman-teman ya ‘celelean’. Maksudnya, suka bercanda gitu loh.
Ketik.com: Humble, ya Bu (Veda Ega, red). Mudah membaur.
Ibunda Veda Ega: Iya. Iya. Gampang bergaul.
Ketik.com: Siap. Terima kasih banyak, Bu. Terbaik buat Veda dan keluarga, local hero kita.
Ibunda Veda Ega: Iya. Sama-sama (*)
