Rayakan Hari Bumi, "Emak-Emak" Kendal Sulap Sampah Jadi Pohon dan Tabungan Emas

23 April 2026 11:40 23 Apr 2026 11:40

Dian Wisnu A., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Rayakan Hari Bumi, "Emak-Emak" Kendal Sulap Sampah Jadi Pohon dan Tabungan Emas

Keceriaan terpancar dari wajah para siswa SDN 1 Langenharjo saat mengikuti penanaman bibit pohon bersama Bupati Kendal. Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan kawasan wisata air Langen Nirwana, tetapi juga menjadi sarana edukasi praktis bagi pelajar tentang pentingnya menjaga ekosistem sejak dini. (Foto: BSI Kendal).

KETIK, KENDAL – Peringatan Hari Bumi di Kabupaten Kendal tahun ini terasa berbeda. Tak sekadar seremoni, Bank Sampah Induk (BSI) Kendal bersama barisan ibu-ibu dari berbagai organisasi serta para pelajar, turun ke lapangan untuk menghijaukan Bumi Bahari. Aksi ini dipusatkan di kawasan wisata air Langen Nirwana, Rabu 22 April 2026.

​Suasana hangat menyelimuti lokasi saat Bupati Kendal, Dyah Kartika, mulai mencangkul tanah untuk menanam bibit mangga pertama. Langkah ini segera diikuti oleh puluhan ibu-ibu dari PKK, Bhayangkari, dan Persit yang tampak antusias mengotori tangan mereka demi masa depan lingkungan yang lebih sejuk.

​Kepala BSI Kendal, Nunu Sarah Zenubia, mengungkapkan bahwa gerakan ini didukung penuh oleh CSR PT Pegadaian Kanwil XI Jateng-DIY. Sebanyak 400 bibit tanaman disiapkan untuk memperkaya keanekaragaman hayati di Kendal.

​"Kami tidak hanya menanam pohon peneduh, tapi juga pohon buah dan sayuran yang produktif," ujar Nunu. Jenis yang ditanam pun tergolong varietas unggul, di antaranya:

  • ​Buah-buahan: Mangga kyojay, okyong, manalagi, kelengkeng new kristal, alpukat miji, hingga jeruk lemon.
  • ​Sayuran: Pakcoy, cabai galak, dan terong ungu.

​Sebanyak 120 bibit dialokasikan khusus untuk mempercantik Taman Langen Nirwana, sementara sisanya didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal agar manfaatnya tersebar merata.

​Di bawah tema "Menanam Pohon untuk Kehidupan Generasi Emas", aksi ini bukan sekadar upaya mencegah bencana atau menyerap polusi. BSI Kendal ingin mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan kemandirian ekonomi dan wisata edukasi.

​Di Wisata Langen Nirwana, masyarakat diajak mengenal konsep "Sampah Jadi Emas". Di sini, warga belajar memilah sampah yang hasilnya bisa dikonversi menjadi saldo tabungan emas di Pegadaian. Selain itu, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin gerabah tradisional yang keberadaannya mulai langka.

​"Pohon adalah napas kita, dan sampah adalah peluang jika dikelola dengan benar. Kami ingin Langen Nirwana menjadi pusat edukasi di mana lingkungan terjaga dan ekonomi warga ikut terangkat," tambah Nunu.

​Senada dengan hal tersebut, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Jateng-DIY, M. Aries Aviani, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Baginya, Bumi bukanlah warisan nenek moyang yang bisa dihabiskan begitu saja, melainkan titipan anak cucu.

​"Kolaborasi bersama BSI Kendal ini adalah ikhtiar kita bersama. Kami ingin memastikan bahwa Bumi yang kita tinggali saat ini tetap asri dan layak dinikmati oleh generasi penerus nanti," pungkas Aries.

​Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas perempuan, dan sektor swasta, Hari Bumi di Kendal kali ini menjadi pengingat kuat: bahwa di tangan ibu-ibu yang peduli, masa depan yang hijau bukanlah sekadar mimpi. (*) 

Tombol Google News

Tags:

#HariBumi #BankSampah #BsiKendal #BupatiKendal #LangenNirwana #TanamPohon #BibitBuah #BibitSayuran #WisataEdukasi #lingkunganhidup #GenerasiEmas #CsrPegadaian #BeritaKendal