Gus Qowim Kediri Dukung Pendirian Galeri Investasi BEI untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

1 Juli 2026 18:38 1 Jul 2026 18:38

Angga Prasetya, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gus Qowim Kediri Dukung Pendirian Galeri Investasi BEI untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Kepala OJK Kediri bersama Gus Qowim dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Pemerintah Kota Kediri di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM, Rabu 1 Juli 2026. (Foto : Pemkot Kediri)

KETIK, KEDIRI – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyambut baik Pencanangan Galeri Investasi BEI dan Pembukaan 500 Rekening Efek.

Pencanangan ini diselenggarakan dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Pemerintah Kota Kediri di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM, Rabu 1 Juli 2026.

Qowimuddin atau yang akrab disapa Gus Qowim mengatakan, profesi sebagai ASN merupakan nikmat yang patut disyukuri karena memberikan kepastian penghasilan setiap bulan hingga jaminan pensiun.

Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak boleh membuat seseorang terlena tanpa mempersiapkan masa depan melalui investasi.

"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," ujarnya.

Ia mengajak para ASN memanfaatkan masa produktif untuk mulai menyisihkan sebagian pendapatan ke instrumen investasi yang legal dan dikelola secara bijak.

Menurut Gus Qowim, pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menjadi sarana investasi bagi masyarakat, pasar modal juga menjadi sumber pembiayaan dunia usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap keberadaan Galeri Investasi BEI di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, konsultasi, sekaligus peningkatan literasi keuangan.

"Manfaatkan Galeri Investasi sebagai pusat pembelajaran dan konsultasi mengenai pasar modal. Harapannya fasilitas ini menjadi wadah yang aktif dalam meningkatkan pengetahuan, membangun budaya investasi yang sehat, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Kediri yang semakin sejahtera dan melek finansial," jelasnya.

Gus Qowim juga berharap sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar edukasi pasar modal dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyebut pencanangan Galeri Investasi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab.

"Hari ini saya mengapresiasi apa yang sudah kita laksanakan. SEPMT ini dilakukan setiap tahun dan saya bersyukur tahun ini Kota Kediri terpilih dan dikunjungi OJK Pusat. Kita sama-sama ingin memperkuat literasi masyarakat khususnya di pasar modal," katanya.

Ismirani mengungkapkan, tingkat literasi keuangan nasional saat ini mencapai 66,5 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan sebesar 80,5 persen.

Namun, khusus pasar modal, tingkat literasinya baru mencapai 4,1 persen dengan tingkat inklusi 5,2 persen.

Di sisi lain, jumlah investor pasar modal di Indonesia hingga Mei 2026 telah mencapai 27,75 juta investor.

Untuk Kota Kediri, jumlah Single Investor Identification (SID) hingga April 2026 tercatat sebanyak 23.923 investor atau tumbuh 29,21 persen secara tahunan (year on year).

Sementara nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri telah mencapai Rp1,5 triliun atau meningkat 116,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Menjadi modal penting dalam membangun investasi yang sehat di Kota Kediri. Jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi," tegasnya.

Kegiatan SEPMT 2026 menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Tri Yuliani, Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Jawa Timur Cita Melisa, serta Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia Mauldy R. Makmur. Sosialisasi diikuti perwakilan ASN, Tim Penggerak PKK, serta gabungan organisasi wanita di Kota Kediri.(*)

Tombol Google News

Tags:

Otoritas Jasa Keuangan Ojk Kediri Kota Kediri gus qowim Qowimuddin Thoha Mbak Wali Pemkot Kediri Bursa Efek Indonesia Galeri Investasi Bei LITERASI KEUANGAN Investasi Pasar Modal Asn Kediri info kediri berita kediri