Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Pasca Terbakar Segera Rampung

Mas Dhito: Beroperasi 24 Jam, Buka Peluang Baru

15 Oktober 2026 07:49 15 Okt 2026 07:49

Angga Prasetya, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Pasca Terbakar Segera Rampung

Potret pembangunan Pasar Ngadiluwih Kabupaten Kediri yang akan segera rampung pasca mengalami insiden kebakaran (Foto: Pemkab Kediri)

KETIK, KEDIRI – Penantian pedagang dan masyarakat mengenai perkembangan revitalisasi Pasar Ngadiluwih segera terbayar. Pekerjaan revitalisasi pasar rakyat ini hampir rampung. Tidak hanya berganti wajah, pasar yang akan beroperasi 24 jam ini juga bakal memberikan harapan baru.

Kabar baik ini disampaikan langsung Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana usai meninjau kondisi pasar terkini pada Rabu 14 Oktober 2026. Melihat progres pekerjaan revitalisasi pihaknya memperkirakan sekitar Bulan November Pasar Ngadiluwih siap diresmikan.

"Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara)," kata Mas Dhito.

Pasar Ngadiluwih yang direvitalisasi pada 2025 akibat kejadian kebakaran itu kini menjadi lebih megah dengan konsep tradisional, modern dan berbudaya. Seperti Pasar Wates yang menjadi percontohan, operasional Pasar Ngadiluwih ini akan dibagi tiga shift.

Operasionalnya, sore hingga malam untuk tambahan pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur dan pagi hingga siang untuk pedagang los maupun kios.

Dengan tambahan shift pedagang kuliner ini, Pasar Ngadiluwih bakal menjadi tempat bagi pedagang lama termasuk membuka peluang bagi pedagang baru yang akan mengadu peruntungan berjualan. Belum lagi, pasar ini juga dilengkapi lapak foodcourt untuk kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri.

"Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan)," ungkap Mas Dhito.

Menurut Mas Dhito, dengan beroperasi 24 jam nantinya pada malam hari pun akan ada kegiatan ekonomi di Pasar Ngadiluwih. Terlebih bagian halaman pasar yang luas, seperti halnya Pasar Wates, saat jam kulineran, tak menutup kemungkinan akan ada live musik.

"Di tahun 2027 pedestarian di depan pasar juga akan kita perbaiki. Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,"terang Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menambahkan, saat ini revitalisasi hampir rampung, adapun pekerjaan yang bobotnya masih besar yakni penyelesaian pemasangan fasad pada satu bagian los.

Selain penyelesaian pekerjaan pasar, saat ini pihaknya masih tahap sosialisasi ke pedagang dan dilanjutkan pengundian lapak yang dijadwalkan pada 27-30 Oktober. Selanjutnya, pada Desember semua pedagang sudah harus pindah dan berjualan di pasar yang baru.

Bagi masyarakat yang mau berjualan kuliner di pelataran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri membuka peluang untuk mendaftar. Pun begitu pihaknya tetap mengutamakan terlebih dahulu memasukkan pedagang yang berjualan di depan pasar.

"Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkab Kediri Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana Dewi Mariya Ulfa mas Dhito mbak dewi Pasar Ngadiluwih Pasar Tradisional