Rawat Kebhinekaan, Mbak Wali Ajak Warga Kediri Perkuat Persatuan Ditengah Polarisasi Digital

11 Agustus 2026 17:18 11 Agt 2026 17:18

Angga Prasetya, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Rawat Kebhinekaan, Mbak Wali Ajak Warga Kediri Perkuat Persatuan Ditengah Polarisasi Digital

Mbak Wali saat memberikan arahan dalam kegiatan dialog kebangsaan di Balai Kota Kediri (Foto: Pemkot Kediri)

KETIK, KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan terkait menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Kediri. Arahan tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan antara Forkopimda dengan seluruh elemen di Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Selasa 11 Agustus 2026.

Mengambil tema Merawat Bhineka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital, Mbak Wali mengungkapkan ada banyak hal yang dapat memecah belah persatuan.

Pertama, terkait hoax. Dimana era digitalisasi ini sangat banyak isu yang beredar dan belum diketahui kebenarannya.

Kedua, mengenai isu intoleransi. Jangan sampai perbedaan pandangan, latar belakang, dan kelompok menjadi alasan untuk bermusuhan. Perbedaan ini bisa dijadikan kekuatan dan memperluas wawasan.

"Saya percaya dalam membangun daerah tidak bisa hanya dilaksanakan pemerintah. Kita butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya dukungan semua pihak saya yakin Kota Kediri menjadi lebih rukun, aman dan maju," ungkapnya.

Selama ini, Forkopimda Kota Kediri selalu kuat bersinergi. Dalam konteks menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan, Forkopimda menjadi rumah besar untuk menggali informasi, konsultasi dan mengambil langkah strategis bersama-sama.

Lalu tak kalah penting juga dalam meningkatkan kewaspadaan dini untuk menciptakan stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Karena itu, kewaspadaan dini tidak hanya berbicara mengenai keamanan perlu melihat persoalan sosial, ekonomi, politik, budaya, hingga dinamika di ruang digital.

Tujuan kewaspadaan dini adalah melakukan pendeteksian, identifikasi, penilaian, analisis, dan penyajian informasi sehingga pemerintah dapat memberikan peringatan dan mengambil langkah antisipasi.

"Di daerah, tugas ini tidak berdiri sendiri. Ada tim kewaspadaan dini pemerintah daerah dan ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat atau FKDM. Prinsip dasarnya sederhana lebih baik kita mengetahui potensi masalah lebih awal daripada menangani masalah setelah berkembang menjadi konflik," ujarnya.

Mbak Wali menjelaskan berdasarkan pemantauan sampai akhir Juli, terdapat beberapa indikator yang menunjukkan adanya peningkatan eskalasi. Di antaranya adalah meningkatnya penyampaian aspirasi masyarakat, potensi konflik sosial, gangguan di ruang siber, serta dinamika keamanan nasional.

Memasuki Agustus, isu-isu tersebut berpotensi saling beririsan. Persoalan sosial dapat bertemu dengan persoalan politik. Persoalan ekonomi dapat berkembang menjadi keresahan sosial. Dan semuanya dapat diperkuat oleh penyebaran informasi di ruang digital.

Di sisi lain, Agustus juga memiliki momentum nasional yang besar, terutama Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sidang MPR dan agenda kenegaraan lainnya.

"Karena itu kita membutuhkan langkah antisipasi yang komprehensif. Prinsipnya adalah mencegah eskalasi sebelum menjadi gangguan nyata. Jangan menunggu situasi menjadi besar baru kita bergerak," jelasnya.

Dalam upaya penguatan kewaspadaan dini dan antisipasi potensi kerawanan sosial, terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Yakni, memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan, memperkuat kontra-narasi di ruang digital, memperkuat pendekatan kolaboratif dengan mahasiswa.

"Kewaspadaan dini bukan berarti kita hidup dalam kekhawatiran. Justru merupakan cara kita memastikan masyarakat tetap aman dan tenang. Karena itu, yang kita butuhkan bukan hanya kemampuan membaca potensi masalah, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan solusi sebelum persoalan berkembang menjadi konflik," pungkasnya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menambahkan bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Kediri diperlukan koordinasi.

Baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di Kota Kediri. Hal ini bertujuan agar Kota Kediri aman, nyaman, tenteram, sehingga semua program maupun segala aktivitas berjalan baik.

"Kita perlu lebih sering melaksanakan forum-forum komunikasi dan dialog seperti yang digagas Mbak Wali Kota Kediri. Jadi saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan membangun Kota Kediri bersama-sama. Sehingga Kota Kediri ini nyaman untuk ditinggali oleh siapa pun," ungkapnya.

Ketua DPRD Firdaus menegaskan bahwa pertemuan hari ini menjadi momentum untuk bersama-sama merawat kebhinekaan di Kota Kediri. Menurutnya, seluruh pihak yang hadir memiliki semangat yang sama dalam menjaga keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Kediri.

Setiap elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di Kota Kediri. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kebhinekaan sekaligus memberikan warisan yang baik bagi generasi mendatang.

“Rumah kita adalah Kota Kediri dimana ini harus kita jaga. Kita harus sama-sama membina anak-anak kita agar Kota Kediri tenteram dan tenang," kata dia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkot Kediri Balaikota Kediri Mbak Wali Vinanda Prameswati gus qowim Qowimuddin Thoha Polres Kediri Kota Dialog Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika