KETIK, KEDIRI – Bertahun-tahun menjadi titik rawan banjir luapan saat musim penghujan, Jembatan Cerme di Kecamatan Grogol akhirnya dibangun kembali oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Jembatan yang berada di atas dam atau Bendungan Cerme tersebut menjadi akses penghubung warga dari Dusun Santren Kidul dengan pusat Desa Cerme.
Setiap musim penghujan, lokasi tersebut kerap dilanda banjir luapan. Penyebabnya, pilar tengah jembatan yang juga menjadi pintu air sering tersumbat sedimen bercampur sampah dan ranting yang terbawa arus.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyampaikan, pembangunan Jembatan Cerme menjadi atensi Mas Dhito dan ditargetkan selesai sebelum musim penghujan.
“Pekerjaan pembangunan Jembatan Cerme telah kita mulai dan ditargetkan selesai pada 21 November mendatang,” kata Irwan.
Dalam proyek ini, desain jembatan dibuat lebih tinggi dengan struktur komposit atau penggabungan material beton dan baja. Jembatan memiliki panjang bentang 20 meter dengan lebar 4,5 meter atau lebih lebar dibandingkan ukuran sebelumnya.
Selain itu, pilar tengah yang menjadi pintu air bendungan dibuat lebih rendah untuk menghindari sumbatan ketika ranting terbawa arus. Desain baru ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mencegah banjir akibat luapan.
“Dengan pembangunan Jembatan Cerme ini semoga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang melintas, utamanya saat musim penghujan,” pungkasnya.
