KETIK, JOMBANG – Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta warga Nahdliyin tidak termakan isu-isu yang semakin liar di media sosial jelang Muktamar NU berlangsung di Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus mendatang.
Dia mengingatkan bahwa semua hal yang akan dibahas dalam Muktamar sudah dirapatkan secara terbuka dan berdasarkan aturan perkumpulan dan sesuai AD/ART. “Semua ada mekanismenya. Tidak bisa atas maunya sendiri-sendiri,” ucap Gus Ipul.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial itu mengamini bahwa jelang Muktamar yang semakin dekat ini, isu-isu liar terkait suksesi kepemimpinan di PBNU makin berhembus kencang di media sosial.
“Kata teman saya, kalau semakin banyak isu seperti itu, tanda Muktamar sudah dekat,” seloroh Gus Ipul usai acara Istighosah dan Shalawat bersama jelang Muktamar NU di Tambakberas Jombang, Kamis malam 20 Agustus 2026.
Beberapa isu terkait NU yang kini berhembus di medsos di antaranya terkait politik uang dalam pemilihan ketum, Ketum PBNU titipan istana, hingga susunan paket nama kyai AHWA yang sudah disodorkan kepada para pengurus NU daerah pemilik hak suara di Muktamar.
“Banyak sekali isu-isu, potongan berita-berita, komentar yang jauh dari kenyataan. Saya rasa itu tidak benar. Saya minta masyarakat Nahdliyin tidak termakan isu-isu seperti itu. Itu merusak Jam'iyah Nahdlatul Ulama,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul meyakini para pengurus, Ulama, maupun Kyai yang akan mengikuti Muktamar bukanlah orang-orang baru dan benar-benar mencintai NU. Dia yakin mereka tidak akan melakukan perbuatan yang merusak Jam'iyah NU. “Mereka semua bukan orang baru di NU. Pasti paham apa yang harus dilakukan dan siapa-siapa yang pantas memimpin NU ke depan,” jelas Gus Ipul.
Seperti diketahui, Muktamar Ke-35 NU bakal dilaksanakan di Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Acara ini merupakan forum permusayawaratan tertinggi NU sekaligus menjadi momen pergantian estafet kepemimpinan lima tahunan di tubuh pengurus besar ormas keagamaan islam terbesar di dunia tersebut. (*)
.png)