Neraca KPRI Sejahtera Jombang Catat Utang Miliaran, Dana Anggota Bernilai Fantastis

7 Agustus 2026 09:40 7 Agt 2026 09:40

Syaiful Arif, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Neraca KPRI Sejahtera Jombang Catat Utang Miliaran, Dana Anggota Bernilai Fantastis

Kondisi kantor KPRI Sejahtera Jombang. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Dokumen laporan keuangan KPRI Sejahtera Jombang tahun buku 2025 mengungkap besarnya kewajiban yang masih harus ditanggung koperasi tersebut. 

Di tengah polemik pengelolaan koperasi yang kini menjadi sorotan, neraca per 31 Desember 2025 mencatat utang kepada Bank Jatim mencapai Rp2.642.318.855 atau sekitar Rp2,64 miliar.

Data itu tercantum dalam neraca komparatif KPRI Sejahtera tahun buku 2025 yang menunjukkan total aset koperasi sebesar Rp30,99 miliar. Pada saat yang sama, total kewajiban dan modal tercatat seimbang dengan total kewajiban lancar mencapai Rp10,75 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, melalui Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, Yusnia Rahma, membenarkan bahwa dokumen tersebut merupakan laporan pertanggungjawaban keuangan KPRI Sejahtera per Desember 2025.

"Di dalam laporan keuangan memang tercantum adanya kewajiban KPRI Sejahtera kepada Bank Jatim sebesar Rp2,64 miliar. Selain itu terdapat sejumlah kewajiban lainnya sebagaimana dilaporkan pengurus koperasi dalam neraca tahun buku 2025," ujar Yusnia, Jumat, 7 Agustus 2026.

Selain pinjaman ke Bank Jatim, neraca juga mencatat utang kepada PKP-RI Jombang sebesar Rp500 juta. Koperasi juga memiliki beban yang masih harus dibayar senilai Rp286,72 juta serta utang bunga sebesar Rp332,58 juta.

Tak hanya itu, laporan keuangan memperlihatkan berbagai kewajiban lain yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Di antaranya dana pendidikan Rp335,74 juta, dana sosial Rp172,43 juta, tunjangan hari tua pengelola Rp598,49 juta, dana risiko sendiri Rp2,04 miliar, dana penghapusan piutang Rp147,33 juta, simpanan lain-lain anggota Rp1,71 miliar, Tabungan Risiko Anggota (TRA) Rp1,40 miliar, serta Tabungan Idulfitri sebesar Rp542,30 juta.

Dari sisi aset, piutang kepada anggota menjadi komponen terbesar dengan nilai mencapai Rp28,57 miliar, atau sekitar 92 persen dari total aset koperasi. Selain itu terdapat kas sebesar Rp35,72 juta, beban dibayar di muka Rp100,44 juta, serta pendapatan yang masih harus diterima senilai Rp85 juta.

Aset tetap koperasi terdiri atas tanah senilai Rp35 juta, peralatan Rp522,62 juta, dan gedung Rp1,625 miliar. Setelah dikurangi akumulasi penyusutan, total aset tetap tercatat sekitar Rp1,70 miliar.

Sementara itu, modal sendiri KPRI Sejahtera tercatat mencapai Rp20,23 miliar, yang berasal dari simpanan wajib anggota sebesar Rp16,50 miliar, simpanan pokok Rp70,35 juta, cadangan umum Rp2,62 miliar, serta ikhtisar hasil usaha sebesar Rp691,27 juta.

Menurut Yusnia, laporan keuangan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi.

"Laporan keuangan merupakan instrumen penting untuk melihat kondisi koperasi dan menjadi bahan dalam pelaksanaan pembinaan sesuai kewenangan pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pimpinan Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah, belum memberikan tanggapan terkait pinjaman KPRI Sejahtera. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum memperoleh respons. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kpri Sejahtera Jombang Kpri Sejahtera Bank Jatim Jombang Utang Kpri Sejahtera Koperasi Jombang Dinkop Um Jombang