KETIK, JOMBANG – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Hingga Kamis, 3 September 2026 siang, tercatat 85 siswa dan empat guru mengalami gejala seperti mual, pusing, sakit perut hingga diare. Sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Kabuh.
Sejumlah siswa menduga keluhan tersebut berkaitan dengan lauk udang saus Padang yang mereka santap pada menu MBG sehari sebelumnya.
Salah satu siswa, Teofilus Darihan Prasasti, mengaku mulai merasakan mual dan pusing pada Rabu malam, 2 September 2026, beberapa jam setelah menyantap makanan MBG di sekolah.
Siswa kelas IX SMPN 1 Kabuh itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kabuh pada Kamis pagi untuk mendapatkan penanganan.
"Mual sejak kemarin malam, karena makan MBG kemarin siang di sekolah," kata Teofilus saat ditemui di Puskesmas Kabuh.
Teofilus menyebut paket makanan yang diterimanya terdiri atas nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih dan brokoli, serta buah pepaya.
Menurut dia, tidak ada masalah berarti dengan rasa makanan. Namun, ia menilai aroma dan rasa udang saus Padang berbeda dari biasanya.
"Sebenarnya rasanya biasa saja, cuma bau udangnya tidak enak, terasa amis. Saya makan punya teman saya juga, lebih dari lima," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Elena Lukitaningsari, siswi kelas VIII SMPN 1 Kabuh. Ia mengaku mulai mengalami pusing dan mual pada Rabu sore setelah menyantap udang dari menu MBG.
"Rasanya saat ini pusing dan mual, sejak kemarin sore. Kemarin itu habis makan udang dari MBG, rasanya asam, seperti ada kotorannya. Saya cuma makan satu, terus mual," katanya.
Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, mengatakan keluhan siswa mulai muncul sejak Rabu sore. Jumlah siswa yang mengeluh sakit kemudian terus bertambah hingga Kamis pagi.
Pihak sekolah sempat membawa siswa yang mengalami gejala ke UKS. Setelah berkoordinasi dengan SPPG penyedia makanan, para siswa kemudian diarahkan mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas Kabuh.
"Semakin lama semakin banyak yang mengeluh sakit, akhirnya dibawa ke UKS. Setelah kita koordinasikan dengan pihak SPPG, lalu siswa yang mengeluh sakit kita larikan ke puskesmas," ujarnya.
Menurut Suprihadiono, dari total siswa dan guru yang mengalami keluhan, tujuh siswa masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Kabuh.
Setiap hari, SMPN 1 Kabuh menerima 683 porsi MBG. Jumlah tersebut terdiri dari 639 porsi untuk siswa dan sisanya untuk guru serta karyawan sekolah.
Untuk sementara, pihak sekolah memilih tidak menerima menu MBG yang seharusnya dibagikan pada Kamis.
"Menu MBG yang hari ini tidak kami terima dulu, karena murid-murid masih trauma," kata Suprihadiono.
Dokter Puskesmas Kabuh, Aditya Bimantara, mengatakan keluhan yang paling banyak disampaikan siswa adalah perut terasa melilit. Sebagian lainnya mengalami diare.
"Tujuh pasien rawat jalan kita infus, kita berikan antinyeri, antimual, antimuntah, serta antibiotik untuk diarenya," kata Aditya.
Pihak puskesmas masih melakukan penanganan terhadap para siswa sembari menunggu perkembangan kondisi mereka.
Sementara itu, Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, Sumadi, memastikan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan siswa yang mengalami keluhan.
Sumadi mengatakan pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah keluhan yang dialami siswa memang disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.
"Yang jelas biaya pengobatannya akan kita tanggung sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jombang, apakah penyebabnya menu MBG atau yang lainnya," ujar Sumadi.
Terkait menu udang saus Padang yang dikeluhkan siswa, Sumadi menjelaskan makanan tersebut dimasak secara bertahap. Proses memasak untuk pengiriman pertama dimulai sekitar pukul 02.00 WIB.
Dalam proses tersebut, masakan dibuat sebanyak empat kali tahapan. Pengiriman makanan ke sekolah kemudian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
Ketika ditanya mengenai keluhan siswa yang menyebut udang beraroma amis dan terasa asam, Sumadi mengatakan proses pengolahan dilakukan sebagaimana biasanya.
"Kalau proses masaknya ya seperti itu, mungkin ini sudah jalannya dari Tuhan. Kita terima saja," katanya.
Sumadi menambahkan, pihak SPPG akan melakukan konfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Kita konfirmasi terlebih dahulu dan nanti pikirkan bersama-sama solusinya seperti apa," ujarnya.
Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan Jombang nantinya akan menjadi salah satu acuan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMPN 1 Kabuh.(*)
