Antrean BBM di Jember Mengular, Gus Fawait Terapkan WFH ASN pada Jumat dan Senin

16 Oktober 2026 13:17 16 Okt 2026 13:17

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Antrean BBM di Jember Mengular, Gus Fawait Terapkan WFH ASN pada Jumat dan Senin

Gus Fawait berharap kebijakan WFH ASN membantu memulihkan distribusi BBM di Jember. (Foto: Dok Pemkab Jember for Ketik)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini berlaku pada Jumat, 16 Oktober 2026 dan Senin pekan depan, 19 Oktober 2026, sebagai upaya membantu mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pemerintah daerah menerima laporan mengenai antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU. Persoalan tersebut tidak hanya muncul di Jember, tetapi juga dilaporkan terjadi di berbagai daerah lain, termasuk di luar Jawa Timur hingga Bali.

Menurut Fawait, Pertamina memiliki tanggung jawab utama dalam pendistribusian BBM. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mengambil langkah pendukung agar antrean pembelian BBM segera terurai dan pelayanan di SPBU kembali normal.

Karena itu, Pemkab Jember memilih menerapkan WFH bagi ASN sebagai salah satu upaya membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU.

"Kami Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan hari Jumat ini, kemudian hari Senin minggu depan untuk para ASN Kabupaten Jember, kami putuskan untuk work from home. Untuk bekerja dari rumah," kata dia, Jumat, 16 Oktober 2026. 

Fawait berharap kebijakan tersebut dapat membantu Pertamina memulihkan distribusi dan penjualan BBM di wilayah Jember.

"Mudah-mudahan bisa membantu Pertamina untuk memulihkan kembali distribusi BBM dan penjualan BBM di SPBU-SPBU Kabupaten Jember," tuturnya.

Pemkab Jember selanjutnya akan memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga berencana berdiskusi dengan Pertamina untuk menentukan langkah lanjutan sesuai situasi distribusi BBM.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa antrean BBM berkaitan dengan dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi rantai pasok energi. Kondisi tersebut turut berdampak pada jadwal kedatangan kapal tanker pengangkut minyak.

Meski terjadi penyesuaian distribusi, Ahad menegaskan Pertamina tidak mengurangi pasokan BBM yang dikirim ke Kabupaten Jember.

"Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya," tegas Ahad. (*)

Tombol Google News

Tags:

antrean BBM Jember WFH ASN Jember Gus Fawait Muhammad Fawait Pertamina Jatimbalinus Distribusi Bbm Jember Pemkab Jember