Khofifah Ajak Masyarakat Perkuat Akhlakul Karimah dan Kerukunan di Momentum Maulid Nabi

25 Agustus 2026 18:40 25 Agt 2026 18:40

Hanifuddin Musa, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Khofifah Ajak Masyarakat Perkuat Akhlakul Karimah dan Kerukunan di Momentum Maulid Nabi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Pemprov Jatim)

KETIK, JAWA TIMUR – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Khofifah mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan penguatan akhlakul karimah agar ruang digital menjadi tempat menyebarkan kebaikan.

“Di era digital, akhlak harus berjalan beriringan dengan teknologi. Kalau dulu persoalan banyak muncul karena lisan, sekarang banyak persoalan bisa muncul karena jari-jari kita,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, dan menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi nilai penting untuk menghadapi tantangan zaman.

Khofifah pun mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menjadi sarana menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks, atau sesuatu yang bisa menyakiti orang lain,” katanya.

Selain menjaga etika digital, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga mengajak generasi muda meneladani Rasulullah dalam membangun kemandirian dan jiwa kewirausahaan.

“Generasi muda jangan hanya menjadi konsumen teknologi. Jadilah pencipta, inovator, dan entrepreneur. Gunakan teknologi untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan dan derasnya arus informasi. Menurutnya, persatuan harus dirawat tidak hanya di kehidupan nyata, tetapi juga di ruang digital.

“Kerukunan bukan berarti kita harus selalu memiliki pendapat yang sama. Kerukunan adalah ketika kita mampu berbeda tanpa saling membenci, saling menghormati dan saling menjaga,” ujarnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum memperbaiki akhlak, memperkuat persaudaraan, serta menjaga toleransi dan gotong royong di masyarakat.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita teladani Rasulullah, menjaga akhlak di dunia nyata maupun dunia digital, membangun kemandirian, memperkuat persaudaraan dan merawat kerukunan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa maulid nabi