Jembatan Perintis Garuda Nganjuk Buka Akses Antarwilayah, Khofifah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

14 Agustus 2026 11:25 14 Agt 2026 11:25

Hanifuddin Musa, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jembatan Perintis Garuda Nganjuk Buka Akses Antarwilayah, Khofifah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat meninjau jembatan. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, JAWA TIMUR – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menjadi angin segar bagi masyarakat. Pasalnya, jembatan yang diresmikan langsung oleh Presiden secara virtual membantu masyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses antar wilayah.

Peresmian itu berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

Khofifah menilai keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung bagi masyarakat di 40 desa yang berada di wilayah Kecamatan Pace dan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Dengan panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter, jembatan ini mampu menopang kendaraan dengan kapasitas maksimal 3,5 ton. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya menghadirkan kemudahan transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Akses yang semakin terbuka akan memperlancar distribusi hasil pertanian, peternakan, serta berbagai produk usaha masyarakat.

Khofifah menyebut, di Jawa Timur sendiri telah terbangun sebanyak 270 Jembatan Perintis Garuda. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah, khususnya daerah pedesaan dan kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” katanya.

Selain jembatan, Khofifah juga mengapresiasi pembangunan sumber air bersih oleh TNI AD. Dari 3.000 titik sumber air bersih yang dibangun secara nasional, sebanyak 81 titik berada di Jawa Timur.

Program tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau dan berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

Khofifah berharap keberadaan sumber air bersih tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat membantu sektor pertanian, terutama untuk mendukung pengairan lahan persawahan.

“Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan. Dengan begitu, program ini ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah berkontribusi menghadirkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.

Menurut Presiden, pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bentuk pengabdian nyata untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga wilayah pedalaman.

“Jika sebelumnya siswa-siswi yang bersekolah harus memutar, namun dengan adanya jembatan bisa mempercepat akses maupun jarak menuju ke sekolah,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan pembangunan tersebut menjadi bukti semangat gotong royong dan kemampuan bangsa dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan semakin banyaknya akses penghubung dan fasilitas air bersih, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat desa terus meningkat serta aktivitas ekonomi lokal semakin berkembang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Pangdam V/Brawijaya peresmian jembatan