Budi Arie Bicara Pemilu Bisa Dipercepat, PB HMI: Jangan Langgar Konstitusi

25 Agustus 2026 17:10 25 Agt 2026 17:10

Hanifuddin Musa, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Budi Arie Bicara Pemilu Bisa Dipercepat, PB HMI: Jangan Langgar Konstitusi

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Politik dan Demokrasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Arby Tya Aprilianif Surahman. (Foto: Dok. PB HMI)

KETIK, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Politik dan Demokrasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Arby Tya Aprilianif Surahman, menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

Tanggapan tersebut terkait kemungkinan percepatan Pemilihan Umum (Pemilu) yang mungkin dipercepat sebelum tahun 2029. Pernyataan itupun ramai diperbincangkan.

Arby menilai wacana percepatan pemilu sebelum masa konstitusional yang telah ditetapkan merupakan langkah yang tidak tepat. Menurutnya, spekulasi tersebut dapat mengganggu kepastian aturan main dalam sistem demokrasi Indonesia.

"Kita kan menganut sistem presidensial di mana masa jabatan presiden dan wakil presiden itu fix term. UUD 1945 jelas mengatakan bahwa jabatan pasangan presiden dan wapres itu 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan," terang Arby kepada media, Selasa, 25 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Arby menegaskan bahwa pelaksanaan pemilu secara berkala setiap lima tahun sekali merupakan amanat konstitusi yang harus dihormati dan dikawal oleh seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, kritik tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi narasi yang bertentangan dengan aturan dasar negara.

"Walaupun kritik terhadap jalannya pemerintahan merupakan hal wajar dan menyehatkan dalam sistem demokrasi, kritik tersebut seharusnya tidak dialihkan menjadi narasi yang bertentangan dengan konstitusi kita," ujar Arby.

Arby juga mengingatkan para elite politik agar menghindari pernyataan spekulatif yang berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Ia menilai energi bangsa saat ini seharusnya diarahkan untuk mendukung agenda strategis pemerintah serta membantu masyarakat yang terdampak berbagai bencana.

"Seluruh energi bangsa seharusnya difokuskan untuk menjaga stabilitas nasional serta bahu-membahu membantu korban bencana demi kemaslahatan rakyat," katanya.

"Para elit politik harus mengedepankan empati dan kepedulian di tengah situasi prihatin yang dihadapi masyarakat akibat rentetan musibah kebakaran hingga gempa bumi di berbagai daerah," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Budi Arie Setiadi Percepatan Pemilu PB HMI