KETIK, JAKARTA – Kalau beberapa musim lalu Francesco Bagnaia selalu bicara soal kemenangan dan perburuan titel, nada bicaranya sekarang terasa sedikit berbeda.
Setelah menang Sprint dan menutup balapan utama Brno di posisi ketiga, Pecco memang mulai menunjukkan tanda-tanda kembali kompetitif. Tapi saat ditanya soal peluang mengejar kejuaraan, jawabannya justru cukup hati-hati.
“Kejuaraan? Pertama-tama saya harus fokus untuk menjadi yang tercepat,” ucapnya dilansir GPOne.
Kalimat itu terdengar sederhana, tapi cukup menggambarkan fase yang sedang dijalani pembalap Ducati tersebut.
Di Brno, Bagnaia memang sempat memimpin cukup lama dan terlihat punya peluang besar mengulang hasil Sprint. Namun saat memasuki lap-lap akhir, ritmenya mulai turun. Marc Marquez berhasil menyalip, lalu Ai Ogura ikut melewati Pecco sehingga ia harus puas finis ketiga; podium keempat beruntunnya musim ini.
Menariknya, Bagnaia sama sekali tidak terdengar frustrasi. Justru sebaliknya, ia terlihat menerima hasil itu sebagai bagian dari proses yang sudah lama ia bicarakan sejak awal musim.
Dilansir dari GPone, Bagnaia mengaku sepanjang akhir pekan dirinya memang tertinggal sekitar dua hingga tiga persepuluh detik dari ritme Marc, Ogura, dan Fabio Di Giannantonio. Karena itu, strategi satu-satunya adalah mendorong keras di awal balapan dan berharap bisa mempertahankan keunggulan.
Menurut Pecco, masalah utamanya bukan getaran atau kerusakan motor.
Ia menggambarkan sensasi ban belakang seperti “mengambang”. Selama memimpin balapan semuanya terasa terkendali, tapi begitu Marc mengambil alih posisi pertama, ia mulai kehilangan rasa percaya diri di bagian depan motor dan harus menyesuaikan ritme.
Ada satu pengakuan lain yang menarik karena menyambung komentarnya sehari sebelumnya.
“Saya terlalu banyak berpikir saat mengendarai motor,” tambahnya.
Bagnaia menjelaskan bahwa ketika ia mulai berpikir terlalu detail di atas motor, ada sesuatu yang hilang dari kecepatannya. Sebaliknya, saat semuanya berjalan alami, mengendarai motor terasa jauh lebih mudah.
Karena itu, meski hasil di Brno cukup positif, Pecco belum mau bicara terlalu jauh soal gelar.
Fokusnya sekarang bukan menghitung poin atau mengejar klasemen, melainkan mengembalikan sesuatu yang menurutnya sempat hilang sejak musim lalu: rasa percaya diri untuk menjadi pembalap tercepat lagi. (*)
.png)