KETIK, JAKARTA – Akomodasi jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini tersebar di lima wilayah utama, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Seluruh hotel tersebut terbagi ke dalam sepuluh sektor operasional untuk memudahkan pelayanan.
Penempatan ini merupakan hasil pemetaan kekuatan akomodasi yang dilakukan oleh kementerian terkait guna memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa penempatan jemaah dilakukan berbasis embarkasi dengan kapasitas hotel yang bervariasi.
"Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jemaah berbasis embarkasi," ujar Ihsan saat memaparkan peta akomodasi di Kantor Daker Makkah, Sabtu, 25 April 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 177 hotel yang telah disiapkan. Ihsan merinci pembagian sepuluh sektor akomodasi jemaah haji Indonesia sebagai berikut:
- Sektor 1: Mencakup 32 hotel (Kode 101–132).
- Sektor 2: Mencakup 22 hotel di kawasan Syisyah yang strategis dekat pusat kota.
- Sektor 3: Mencakup 19 hotel, melayani wilayah Syisyah dan Raudhah.
- Sektor 4: Mencakup 23 hotel di antara kawasan Syisyah dan Raudhah.
- Sektor 5: Mencakup 18 hotel di wilayah Syisyah.
- Sektor 6: Mencakup 13 hotel di wilayah Jarwal.
- Sektor 7: Mencakup 17 hotel di kawasan Misfalah.
- Sektor 8: Mencakup 13 hotel di wilayah Misfalah.
- Sektor 9: Mencakup 19 hotel di wilayah Misfalah.
- Sektor 10: Terletak di Aziziyah dengan satu hotel berkapasitas besar yang mampu menampung lebih dari 21.500 jemaah.
Ihsan menambahkan bahwa setiap hotel memiliki kode khusus. Angka pertama menunjukkan nomor sektor, sementara angka berikutnya menunjukkan urutan hotel di dalam sektor tersebut.
Skema ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi petugas, baik dalam pendistribusian katering maupun layanan kesehatan.
“Sistem ini memudahkan identifikasi lokasi akomodasi setiap jemaah,” pungkasnya.(*)
