KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat desa, tetapi juga menjadi strategi pemerintah untuk membangun sistem distribusi nasional yang lebih kuat dan mandiri.
Prabowo mengatakan, keberadaan KDMP akan memberikan pemerintah jalur langsung dalam mengelola rantai pasok kebutuhan pokok dari tingkat pusat hingga desa.
Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mencegah terjadinya kelangkaan barang maupun praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa," kata Prabowo Senin, 21 Juli 2026.
Presiden menyebut salah satu persoalan utama dalam sistem perdagangan selama ini adalah panjangnya rantai distribusi yang membuat keuntungan lebih banyak dinikmati pihak perantara dibandingkan petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen.
Berdasarkan kajian yang dilakukan pemerintah, terdapat potensi ekonomi besar yang selama ini hilang akibat tingginya margin dalam rantai perdagangan bahan pokok.
“Setelah di-research oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40 persen. Jadi diperhitungkan 313 triliun. Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30 persen, sepertiga. Yang dinikmati oleh konsumen 30 persen, yang 40 persen dinikmati oleh middleman,” tuturnya.
Melalui KDMP, pemerintah menargetkan adanya perubahan pola distribusi agar keuntungan dapat kembali dirasakan oleh masyarakat desa.
Presiden memperkirakan margin koperasi dapat ditekan sehingga harga lebih efisien dan kesejahteraan petani meningkat.
“Dengan koperasi Merah Putih, KDMP, marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen, saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang,” ucap Presiden.
Prabowo menilai penguatan koperasi desa juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi nasional.
Dengan distribusi yang lebih pendek dan transparan, pemerintah berharap daya beli masyarakat meningkat serta aktivitas ekonomi di tingkat desa semakin berkembang.
Namun, Presiden mengingatkan agar seluruh program yang menggunakan dukungan negara harus dijalankan dengan tata kelola yang baik.
“Sekali lagi, berkali-kali saya bilang bahwa percayalah kita tidak akan pilih kasih, kita tidak akan tebang pilih, kita tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan,” tegas Presiden. (*)
