Prabowo Akan Evaluasi Buku Pembelajaran Nasional

8 Agustus 2026 10:29 8 Agt 2026 10:29

Hanifuddin Musa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Prabowo Akan Evaluasi Buku Pembelajaran Nasional

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar untuk memperbarui kualitas buku ajar nasional. Evaluasi tidak hanya menyasar isi materi pembelajaran, tetapi juga desain, kualitas bahan, hingga kemudahan buku tersebut dibaca oleh peserta didik.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto setelah menemukan sejumlah persoalan pada buku pelajaran yang digunakan siswa saat melakukan kunjungan ke beberapa sekolah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Presiden Prabowo secara langsung memeriksa buku-buku yang digunakan para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Dari peninjauan tersebut, Kepala Negara menemukan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat,” ujar Teddy dalam keterangannya kepada awak media, Jumat 7 Agustus 2026.

Menurut Teddy, perhatian Presiden kemudian berkembang menjadi evaluasi menyeluruh terhadap buku ajar nasional mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Pemerintah juga akan membandingkan kualitas buku Indonesia dengan buku pelajaran dari negara lain sebagai referensi peningkatan standar.

“Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Intinya nanti akan diperbaiki menjadi lebih baik,” katanya.

Selain aspek fisik buku, pemerintah juga menyiapkan pembaruan dari sisi substansi pembelajaran. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo memberikan perhatian pada tiga hal utama, yakni penguatan karakter kebangsaan, peningkatan kemampuan sains dan teknologi, serta penguasaan bahasa asing.

Menurut Prasetyo, kemampuan dasar seperti matematika menjadi salah satu fokus penting agar pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

“Yang kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” jelasnya.

Pemerintah juga ingin menghadirkan buku ajar yang lebih ramah bagi siswa. Buku pelajaran ke depan diharapkan memiliki ukuran huruf yang lebih besar, tampilan yang menarik, serta menggunakan bahan yang lebih berkualitas agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo menginginkan buku pelajaran tidak hanya menjadi sarana belajar sekali pakai, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga kembali mendorong penguatan budaya membaca di kalangan pelajar. Kebiasaan membaca dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki pengalaman keluarga yang menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Pola tersebut dinilai relevan untuk kembali diterapkan dalam dunia pendidikan nasional.

“Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua,” kata Prasetyo.

Melalui pembaruan buku ajar dan penguatan budaya membaca, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional dapat meningkat sekaligus membentuk generasi yang memiliki kemampuan literasi, sains, teknologi, dan daya saing global. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pembelajaran Nasional Evaluasi Buku Pendidikan Indonesia Presiden Prabowo Subianto teddy indra wijaya