Mendagri Tito Karnavian Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Sederhana, Prestasi Bukan Karena Privilege

23 Juli 2026 20:40 23 Jul 2026 20:40

Thumbnail Mendagri Tito Karnavian Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Sederhana, Prestasi Bukan Karena Privilege

Mendagri Tito Karnavian kala memberi pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: IPDN)

KETIK, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi capaian sepuluh calon wisudawan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga sederhana. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa sistem rekrutmen dan pembinaan di IPDN berjalan dengan baik serta mampu melahirkan aparatur berprestasi berdasarkan kemampuan dan kerja keras.

Apresiasi tersebut disampaikan Tito saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 22 Juli 2026, menjelang prosesi wisuda dan pelantikan sebanyak 1.204 praja.

"Hal itu yang membuat saya bangga. Artinya proses rekrutmen pada saat awal mereka benar. Dan proses belajar di sini juga benar. Karena mereka bukan dari kalangan yang dapat dikatakan mampu, tapi bisa meraih 10 besar dari 1.204 yang insyaallah nanti akan diwisuda dan dilantik," ujar Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito memanggil sepuluh calon wisudawan terbaik ke atas panggung untuk mengetahui langsung latar belakang keluarga mereka. Ia mendapati para praja tersebut berasal dari keluarga petani, pedagang, tenaga pendidik, wiraswasta, hingga anggota TNI dan Polri dari jenjang bintara.

"Berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Yang nomor satu bahkan orang tuanya hanya buruh bangunan dari NTT. Kemudian ada lagi yang orang tuanya buka warung saja. Ada yang dari TNI/Polri, tapi dari Bintara," katanya.

Perhatian khusus diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, peraih peringkat pertama sekaligus penerima penghargaan Kartika Astha Brata, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada lulusan terbaik IPDN setiap tahunnya.

Aji merupakan praja asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84, tertinggi di Angkatan XXXIII. Ia menempuh pendidikan pada Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan.

Dalam dialog bersama Mendagri, Aji mengungkapkan bahwa ayahnya bekerja sebagai buruh, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Bagi Tito, kisah Aji menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Pada kesempatan yang sama, Tito juga membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi para calon wisudawan. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana, namun mampu menjadi lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1987.

Menurut Tito, ada tiga titik balik yang mengubah perjalanan hidupnya. Pertama, saat diterima di Akpol. Kedua, ketika memperoleh Beasiswa Chevening untuk menempuh pendidikan Master of Arts in Police Studies di Inggris pada usia 26 tahun. Ketiga, saat berhasil menyelesaikan pendidikan doktor (PhD) di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang bermanfaat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.

"Poin yang ingin saya sampaikan, pendidikan membuka wawasan ilmiah, cara berpikir ilmiah, sehingga penyelesaian masalah juga selalu berbasis teori, data, dan referensi," pungkas Tito.

Tombol Google News

Tags:

Tito Karnavian Ipdn Institut Pemerintahan Dalam Negeri Aji Bayu Ramadhan ipdn jatinangor