KETIK, JAKARTA – Bepergian ke luar negeri identik dengan liburan, menikmati pemandangan alam, atau berburu pengalaman kuliner. Namun, bagi Timothy Astandu, perjalanan memiliki tujuan yang jauh lebih besar, yakni mempelajari perilaku manusia secara langsung.
Pendiri perusahaan riset Populix itu berhasil mencatatkan diri sebagai pemegang paspor Indonesia pertama yang mengunjungi 197 negara di dunia.
Perjalanan tersebut mencakup 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vatikan dan Palestina yang berstatus negara pengamat, serta Taiwan dan Kosovo yang memiliki pengakuan internasional terbatas.
Bagi Timothy, setiap negara yang dikunjungi merupakan ruang belajar untuk memahami bagaimana manusia berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengalaman berbincang langsung dengan masyarakat setempat memberikan pemahaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui laporan penelitian atau data statistik.
“Setiap tempat yang saya kunjungi memberikan perspektif baru mengenai cara masyarakat menjalani hidup dan menentukan pilihan,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi ketika berada di Irak. Negara yang selama ini kerap diasosiasikan dengan konflik justru meninggalkan kesan mendalam karena keramahan penduduknya.
Timothy mengaku beberapa kali diundang makan bersama keluarga lokal, sebuah pengalaman yang mengubah pandangannya terhadap negara tersebut.
Pengalaman serupa juga ditemuinya saat berkunjung ke Somalia dan Yaman. Meski sering diberitakan sebagai wilayah konflik, ia menyaksikan kehidupan masyarakat yang tetap berjalan, mulai dari aktivitas keluarga, pusat perbelanjaan, hingga berbagai ruang hiburan yang masih digunakan warga.
Temuan tersebut membuatnya semakin yakin bahwa gambaran suatu negara tidak selalu sama dengan realitas yang ada di lapangan.
“Verifikasi langsung sangat penting. Apa yang kita lihat dari jauh belum tentu sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun menjelajahi berbagai belahan dunia, Timothy juga menemukan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat tidak selalu ditentukan oleh kondisi ekonomi. Ia melihat banyak negara yang tidak tergolong maju secara ekonomi justru memiliki masyarakat yang tampak lebih menikmati hidup.
Menurutnya, hubungan sosial yang kuat, kesederhanaan, dan cara pandang terhadap kehidupan sering kali berperan besar dalam menciptakan kebahagiaan.
Pengamatan tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa manusia tidak dapat dipahami hanya melalui angka dan indikator ekonomi. Faktor budaya, lingkungan sosial, serta nilai-nilai yang dianut masyarakat turut membentuk perilaku dan keputusan mereka.
Rasa ingin tahu yang besar terhadap perilaku manusia itu kemudian menjadi fondasi ketika Timothy bersama dua rekannya mendirikan Populix pada 2018. Melalui perusahaan riset tersebut, ia berupaya menghadirkan data dan wawasan yang lebih dekat dengan realitas masyarakat.
Meski telah mengunjungi hampir seluruh negara di dunia, Timothy mengaku masih memegang prinsip yang sama sejak awal perjalanan. Yakni memahami manusia harus dilakukan dengan hadir langsung, mendengarkan cerita mereka, dan melihat kehidupan mereka dari dekat.
Baginya, banyak jawaban penting tidak ditemukan di balik layar komputer, melainkan di jalanan, pasar, dan percakapan sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Manusia Pertama Indonesia Ini Sukses Kunjungi 197 Negara, Ini sosoknya
8 Juni 2026 08:21 8 Jun 2026 08:21
Hanifuddin Musa, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Timothy Astandu tuntaskan perjalanan ke 197 Negara, jadikan dunia laboratorium untuk nemahami manusia. (Foto: FB Timothy Astandu)
Tags:
Timothy Astandu Indonesia Pertama Mengunjungi 197 NegaraBaca Juga:
Meriah! BWF Puji Penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026Baca Juga:
Alwi Farhan Tantang Alex Lanier di Semifinal Singapore Open 2026, Ini Rekor PertemuannyaBerita Lainnya oleh Hanifuddin Musa
5 September 2026 10:56
Jatim Raih Dua Penghargaan EBTKE 2026, Khofifah Tegaskan Komitmen Efisiensi Energi
4 September 2026 20:12
P-APBD Jatim 2026 Disetujui Rp29,9 Triliun, Khofifah: Pengentasan Kemiskinan Harus Dipercepat
4 September 2026 16:03
Hari Pelanggan Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pelayanan Berorientasi Konsumen
4 September 2026 15:22
Dulu Berseragam Arema, Kini Makan Konate Datang untuk Berburu Poin di Kanjuruhan
4 September 2026 15:16
Link Streaming Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Kick Off 15.30 WIB
