KETIK, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf melantik enam pejabat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, Senin, 3 Agustus 2026, di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta.
Pelantikan tersebut terdiri atas tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan tiga Pejabat Pengawas untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah.
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Mahmudi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, M. Zaber Wahid sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara, serta Wahyudin Ukoli sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Utara.
Sementara itu, tiga Pejabat Pengawas yang dilantik adalah Mohammad Ali Sadikin sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Data dan Teknologi Informasi, Chairobby sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Haji, serta Ahmad Rifai sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah.
Dalam acara pelantikan tersebut, Menhaj menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Jabatan bukan penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah, negara, dan masyarakat," ucapnya.
Selain itu, Menhaj juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri. Pasalnya, sejumlah program penyelenggaraan haji 2027 telah mulai berjalan.
"Tugas-tugas haji sudah berjalan. Saudara-saudara yang dilantik hari ini harus segera mengikuti dan melanjutkan pekerjaan yang sedang berjalan," ujarnya.
Menhaj juga mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran, khususnya korupsi.
"Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran, terutama korupsi. Bekerjalah secara profesional, transparan, dan penuh integritas," pesannya.
Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat organisasi Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan tata kelola yang bersih, profesional, serta pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
