Desain Ekonomi Muhammadiyah, Strategi PCM Kebayoran Baru Perkuat Kemandirian Finansial Umat

13 Juni 2026 07:05 13 Jun 2026 07:05

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Desain Ekonomi Muhammadiyah, Strategi PCM Kebayoran Baru Perkuat Kemandirian Finansial Umat

Wakil Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah Faozan Amar saat menjadi narasumber kegiatan Malam Bina Iman Taqwa (MABIT) di Masjid At-Taqwa, Komplek Perguruan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: PP Muhammadiyah)

KETIK, JAKARTA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru merumuskan langkah taktis bagi pengurus, guru dan tenaga kependidikan agar mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi nasional.

Langkah strategis ini digodok dalam kegiatan Malam Bina Iman Taqwa (MABIT) di Masjid At-Taqwa, Komplek Perguruan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026.

Ketua PCM Kebayoran Baru, Ustadz M. Said Matondang menjelaskan kegiatan bulanan ini mengangkat tema "Desain Ekonomi Muhammadiyah Di Masa Efisiensi" dan menjadi sangat urgen menyusul lonjakan biaya hidup, mulai harga kebutuhan pokok, pendidikan, transportasi hingga BBM non-subsidi yang menggerus daya beli warga.

"MABIT menjadi sarana penyegaran ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi penggerak di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Harapannya, gairah dakwah amar ma'ruf nahi munkar senantiasa terjaga di tengah impitan ekonomi," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah Faozan Amar, yang membongkar rahasia kedaulatan finansial dengan mengombinasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan kekuatan spiritual atau “jalur langit”.

"Menghadapi kesulitan ekonomi tidak cukup dengan mengeluh, tapi harus disikapi dengan ikhtiar, inovasi, dan tawakal. Gaji dari AUM saja tidak cukup jika kita tidak kreatif," tegas Faozan yang juga Associate Professor FEB UHAMKA tersebut.

Di hadapan para kader, Faozan membeberkan empat strategi jitu dalam memadukan potensi duniawi dan ukhrawi untuk memperkuat kemandirian finansial jamaah, yakni pertama, memanfaatkan AI dan Skill Digital untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang halal.

Kedua, kata dia, menggetarkan “Jalur Langit” lewat Ketakwaan dan Sedekah sebagai pondasi spiritual. Lalu, ketiga adalah menerapkan manajemen keuangan ketat sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) untuk menjauhi perilaku berlebih-lebihan (israf).

“Keempat, membangun ekosistem ekonomi jamaah yang mandiri. Sesuai spirit ta'awun dalam Surah Al-Ma'idah ayat 2, warga didorong menggerakkan program belanja dari warga Muhammadiyah melalui direktori usaha warga, bazar bulanan serta penguatan koperasi syariah PCM agar perputaran uang tetap berada di internal persyarikatan,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Faozan menekankan tiga agenda besar PCM ke depan, yaitu menjaga kesejahteraan warga, menguatkan UMKM jamaah dan mendiversifikasi pendapatan AUM agar sekolah tidak hanya bergantung pada iuran SPP siswa.

"Masa efisiensi adalah momentum memperkuat kemandirian ekonomi. Jika keluarga kuat, sekolah kuat, maka Muhammadiyah akan semakin berkemajuan," pungkas Ketua DPS Koperasi Jasa Khairu Ummah tersebut. 

Sementara itu, acara MABIT ini juga diisi dengan pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), penyerahan SK Penjabat Kepala Sekolah, serta penyegaran pengurus di lingkungan PCM Kebayoran Baru. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ormas Muhammadiyah Mabit Muhammadiyah DKI Jakarta info jakarta Berita Jakarta