KETIK, JAKARTA – Sosok Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sudah tidak asing lagi bagi publik Indonesia. Perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ini mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai Kapolri termuda kedua saat dilantik, yakni dalam usia 51 tahun 267 hari.
Perjalanan karirnya yang panjang dan konsisten membawanya menduduki berbagai posisi strategis di kepolisian hingga akhirnya dipercaya memimpin korps Bhayangkara.
Pria kelahiran 5 Mei 1969 ini mantap meniti karir di dunia kepolisian selepas menamatkan pendidikan di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Ia kemudian diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1991.
Guna menunjang profesionalismenya, Listyo terus melanjutkan pendidikan kedinasan dan akademis. Ia tercatat sebagai alumni:
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)
- Magister Kajian Kepolisian Universitas Indonesia (UI)
- Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespim)
- Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)
Kiprah kepemimpinan Listyo teruji lewat berbagai penugasan di wilayah hukum Jawa Tengah. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, hingga Kapolresta Surakarta (Solo).
Pada 2012, ia ditarik ke Jakarta untuk mengemban amanat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Karirnya terus menanjak saat dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara pada Mei 2013.
Pengalaman dan rekam jejaknya membuat Listyo memegang sejumlah jabatan penting lainnya, antara lain:
- Ajudan Presiden RI Joko Widodo (2014)
- Kapolda Banten (2016)
- Kadiv Propam Polri (2018)
- Kabareskrim Polri (2019)
Puncak karirnya diraih pada 27 Januari 2021, ketika Presiden Joko Widodo resmi melantiknya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri, Listyo memimpin penanganan sejumlah kasus menonjol yang menyita perhatian publik. Di antaranya:
- Penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan
- Penangkapan buron kasus pembobolan Bank BNI, Maria Lumowa
- Penangkapan buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra
Selain itu, Bareskrim Polri di bawah kepemimpinannya mengambil alih penanganan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan kerumunan masa pandemi yang melibatkan Habib Rizieq Shihab, termasuk pengusutan peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
Saat menduduki posisi puncak sebagai Kapolri, berbagai ujian dan kasus hukum berskala nasional juga berhasil dikawal. Beberapa di antaranya penanganan kasus pembunuhan berencana yang melibatkan pejabat tinggi Polri (kasus Brigadir J), tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang, hingga pengungkapan jaringan peredaran gelap narkoba yang melibatkan perwira tinggi kepolisian.
Dari rekam jejak kepemimpinan hingga ketegasannya dalam membongkar berbagai kasus besar, Listyo Sigit Prabowo membuktikan bahwa konsistensi, integritas, dan pengabdian panjang dapat membawa seorang perwira menduduki puncak kepemimpinan di institusi Polri. (*)
