KETIK, SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kapasitas jurnalis di Jawa Timur dalam peliputan kebencanaan melalui lokakarya yang digelar di Surabaya pada 28–29 Oktober 2026 untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam menyampaikan informasi bencana secara akurat sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Sebanyak 35 jurnalis dari berbagai organisasi profesi mengikuti kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui program Siap Siaga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim tersebut.
Team Leader Siap Siaga Lucy Dickinson mengatakan media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi antara pemerintah, lembaga kebencanaan dan masyarakat. Selain meningkatkan literasi kebencanaan, pemberitaan juga dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat, membantu menyelamatkan nyawa saat krisis serta mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
“Karena itu, jurnalisme kebencanaan bukan sekadar peliputan peristiwa. Jurnalisme kebencanaan adalah bagian dari upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Lucy dalam sambutan pembukaan kegiatan, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dalam lokakarya tersebut, BNPB juga menekankan pentingnya keselamatan jurnalis ketika bertugas di wilayah terdampak bencana. Prinsip tidak ada berita yang senilai nyawa menjadi pengingat bagi para pewarta agar tetap mengutamakan keselamatan diri saat melakukan peliputan di kawasan berisiko tinggi.
Materi lokakarya berlangsung selama dua hari dengan pembahasan yang mencakup berbagai aspek kebencanaan. Pada hari pertama, peserta mempelajari fenomena bencana hidrometeorologi dan geologi, sistem komando penanganan darurat, serta prinsip-prinsip jurnalisme kebencanaan.
Sementara itu, pada hari kedua pembahasan diarahkan pada dukungan kesehatan mental dan psikososial bagi penyintas maupun jurnalis, serta prosedur keselamatan dalam melakukan peliputan di lokasi bencana.
BNPB turut menghadirkan narasumber dari sejumlah lembaga dan media, di antaranya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), harian Kompas, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.
Melalui kegiatan ini, BNPB berharap terbangun forum komunikasi yang berkelanjutan antara BNPB, BPBD, dan jurnalis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi kebencanaan yang akurat dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya mitigasi bencana. (*)
