KETIK, MALANG – Marcos Santos menyampaikan pesan perpisahan kepada Arema FC setelah kebersamaannya dengan klub berjuluk Singo Edan itu berakhir. Pelatih asal Brasil tersebut mengungkapkan rasa terima kasih, kebanggaan, dan kecintaannya kepada Arema FC serta Aremania selama 18 bulan terakhir.
Dalam pernyataannya, Marcos mengenang kesempatan memimpin klub yang memiliki sejarah panjang dan tradisi juara di sepak bola Indonesia.
“Selama 18 bulan terakhir, saya merasa terhormat dan bangga mendapat kesempatan untuk melatih klub dengan tradisi juara, sejarah besar, dan suporter yang luar biasa penuh semangat,” tulis Marcos dalam pernyataan perpisahannya.
Dia menilai Arema FC layak meraih pencapaian terbaik yang sejalan dengan kebesaran, tradisi, dan sejarah klub. Marcos juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Aremania yang dinilainya memiliki kecintaan istimewa terhadap sepak bola.
“Saya berterima kasih kepada seluruh Aremania dengan rasa bahagia dan syukur karena telah mengenal serta merasakan secara langsung kecintaan yang begitu istimewa terhadap sepak bola,” tulisnya.
Tak hanya kepada suporter, Marcos turut menyampaikan apresiasi kepada para pemain, staf pelatih, karyawan, dan jajaran manajemen Arema FC. Dia mengucapkan terima kasih atas dedikasi, profesionalisme, dan rasa hormat yang diterimanya selama menjalani perjalanan bersama klub asal Malang tersebut.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk memimpin sebuah klub yang begitu penting bagi sepak bola Indonesia dan menjadi bagian dari sejarahnya,” ungkapnya.
Marcos memastikan kebersamaan selama 18 bulan itu akan menjadi kenangan yang terus dibawanya. Dia juga menyatakan akan tetap memberikan dukungan dan mendoakan yang terbaik bagi Arema FC.
“Saya akan selalu membawa kenangan, rasa hormat, dan kasih sayang dari 18 bulan kebersamaan ini. Saya akan terus mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk Arema FC!” tulisnya.
Sebelumnya, Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober 2026. Keputusan itu diambil setelah Singo Edan melewati lima pertandingan tanpa kemenangan, termasuk kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta.
Kekalahan tersebut terjadi di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu, 21 Oktober 2026 malam. Hasil pertandingan itu menjadi salah satu bahan evaluasi manajemen sebelum memutuskan mengakhiri kebersamaan dengan pelatih asal Brasil tersebut.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan itu diambil secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi tim dan kebutuhan untuk melakukan pembenahan.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Coach Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar Yusrinal.
