Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini AIDS hingga Malaria

4 November 2026 17:13 4 Nov 2026 17:13

Angga Prasetya, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini AIDS hingga Malaria

Mbak Wali saat menerima penghargaan ATM Award 2026 (Foto : Pemkot Kediri)

KETIK, KEDIRI – Upaya Pemkot Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri berhasil meraih Penghargaan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tahun 2026.

Penghargaan itu diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Khususnya dalam pencegahan dan pengendalian ketiga penyakit tersebut.

Penganugerahan berlangsung di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Selasa 3 November 2026. Penghargaan ATM Award 2026 diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Saat ditemui, Mbak Wali sapaan akrabnya menyampaikan bahwa penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi Pemkot Kediri sekaligus seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita bersama untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan mitigasi. Harapannya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya terkait AIDS, tuberkulosis, dan malaria, semakin meningkat," kata Mbak Wali.

Mbak Wali juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga sakit untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan secara rutin penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini sehingga kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

"Ayo, kita sama-sama jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Lakukan pemeriksaan secara rutin, bisa melalui posyandu maupun puskesmas. Pemerintah juga senantiasa mengadakan cek kesehatan gratis. Jadi, jangan takut untuk memeriksakan diri karena ini penting agar kita mengetahui kondisi tubuh sejak dini," pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Kota Kediri Salim Darmawan menuturkan bahwa penghargaan tersebut diraih berkat berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Kediri dengan melibatkan tenaga kesehatan, masyarakat, serta lintas sektor.

Pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing penyakit, mulai dari edukasi, penemuan kasus, pemeriksaan, hingga pendampingan pengobatan.

Dalam penanggulangan HIV/AIDS, Pemkot Kediri melakukan edukasi mengenai pencegahan dan penularan, serta menyediakan layanan pemeriksaan dan konseling melalui Mobile VCT (Voluntary Counselling and Testing) yang bekerja sama dengan yayasan atau lembaga peduli AIDS.

Pemeriksaan juga menyasar kelompok berisiko untuk meningkatkan deteksi dini. Bagi pasien yang terdiagnosis HIV, pengobatan antiretroviral (ARV) diberikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, penanggulangan TBC dilakukan melalui pembaruan basis data pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), pelacakan kasus atau tracing, serta pemeriksaan terhadap kelompok berisiko, terutama orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

"Penemuan kasus juga didukung layanan Mobile X-ray yang beroperasi secara keliling di tiga kecamatan. Selain itu, pendampingan melalui layanan homecare diberikan kepada pasien TBC untuk mendukung keberlanjutan pengobatan," jelasnya.

Adapun dalam pencegahan malaria, Pemkot Kediri mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya keluarga pasien. Pemeriksaan terhadap kelompok berisiko juga dilakukan untuk mengantisipasi penularan dan mendeteksi kasus sedini mungkin.

Langkah tersebut didukung penyediaan logistik kesehatan, notifikasi silang (cross notification) dengan kabupaten/kota lain, serta pemeriksaan silang (cross-check) melalui laboratorium rujukan.

Selain penanganan spesifik tersebut, Pemkot Kediri juga memperkuat kemitraan lintas sektor, termasuk dengan satuan pendidikan, pesantren, dan pihak swasta.

Dukungan lainnya berupa bantuan sosial dan pemenuhan gizi bagi pasien TBC dari keluarga miskin, penguatan sarana penanggulangan penyakit di puskesmas dan rumah sakit, serta dukungan anggaran daerah untuk pelaksanaan program ATM.

"Pemantauan melalui surveilans penyakit secara terintegrasi dan real-time turut diperkuat guna mendukung pengawasan perkembangan kasus dan penanganan yang lebih cepat," pungkasnya.

Pada ajang ini, apresiasi tidak hanya diberikan kepada kepala daerah, tetapi juga kepada BAZNAS dan perusahaan yang dinilai memiliki komitmen serta kontribusi nyata dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian ketiga penyakit tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Kediri turut meraih penghargaan kategori BAZNAS PP (Pencegahan dan Pengendalian) ATM Award 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemerintah Kota Kediri Atm 2026 adinkes BAZNAS Kota Kediri Vinanda Prameswati Qowimuddin Thoha