KETIK, SAMPANG – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan yang diduga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuporo Timur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, viral di media sosial.
Video berdurasi 1 menit 39 detik yang diterima media ini memperlihatkan sebuah gedung sekolah lengkap dengan kursi dan meja siswa. Namun, dalam rekaman tersebut tidak tampak satu pun siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dalam video itu juga terlihat seorang guru berada di dalam lingkungan sekolah.
Perekam video menyebutkan bahwa di SDN 1 Batuporo Timur tidak pernah ada aktivitas belajar mengajar.
"Ini SDN 1 Batuporo Timur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, tidak pernah ada aktivitas belajar dan mengajar," ujar pria dalam video tersebut, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa tidak terdapat satu pun siswa di sekolah tersebut. Menurutnya, bangunan sekolah justru sering digunakan untuk aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan pendidikan.
Baca Juga:
100 Hari Kerja Jadi Kepala BGN, Sudaryono Ungkap 4 Masalah Program MBG"Tidak ada satu siswa pun di sini. Yang ada hanya tempat nongkrong dan dangdutan, setiap hari aktivitasnya memang seperti ini," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang maupun pengawas pendidikan di Kecamatan Kedungdung segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan evaluasi.
"Kami berharap Disdik Kabupaten Sampang atau pengawas di Kecamatan Kedungdung segera turun dan mengevaluasi SDN 1 Batuporo Timur," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada aktivitas belajar mengajar, sekolah tersebut disebut tetap menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 60 porsi setiap hari.
Baca Juga:
Genjot Ekonomi Lokal, BGN Gandeng 52.689 UMKM Pasok MBG"Berdasarkan data yang saya cek di Dinas Pendidikan, di sekolah ini tercatat ada sekitar delapan guru. Namun, yang hadir setiap hari hanya empat orang guru," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terkait video yang viral tersebut. (*)