KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar seminar Santiaji Pancasila II di Ruangan Aula GKB A20 Lantai 9, Rabu, 4 November 2026. Seminar itu bertajuk "Penyelamatkan Pancasila di Ambang Democratic Decline: Memperkuat Ruang Sipildan Menegakkan HAM di Indonesia".

Kegiatan ini menjadi program Laboratorium Pancasila UM untuk menghadrikan ruang diskusi mahasiswa bersama tokoh publik. Khususnya untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila di Indonesia yang juga menjadi pondasi negara dalam melindungi Hak Asasi Manusia (HAM).

Kegiatan ini menghadirkan langsung narasumber yang dapat membangun semangat nasionalisme mahasiswa, yakni Beka Ulung Hapsara, Komisioner Komnas HAM 2017-2022, Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si., Dosen UM, dan Inayah Wahid, Jaringan Gusdurian.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan terkait nilai Pancasila yang berkaitan dengan HAM. Salah satunya adalah hak politik, di mana bangsa Indonesia merupakan bangsa yang merdeka. 

Baca Juga:
Guru SMKN 4 Malang Diduga Lontarkan Ucapan Seksis Berkedok Candaan, Langsung Dinonaktifkan

Dalam kegiatan ini, Prof. Hariyono menekankan pada Hak Asasi untuk memberikan ruang belajar bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menjadi pandai dengan perjuangan. 

"Sehingga tidak mungkin mahasiswa, dosen itu bisa pandai kalau dia tidak belajar karena hak itulah yang kita sadari bukan semata-mata pemberian Tuhan, tapi kita percaya dengan Tuhan tapi Tuhan tidak akan menjadikan kita tumbuh dengan maksimal kalau kita sendiri tidak berjuang," ujar Prof. Hariyono. 

Prof. Hariyono juga menyampaikan bahwa Gen Z memiliki tantangan berbeda, di mana saat ini generasi muda memiliki tantangan bukan hanya terhadap aturan melainkan budaya dan gaya hidup. 

Saat ini, generasi muda memiliki hal untuk belajar lebih intens. Menurut Prof. Hariyono, tantangan tersebut jika tidak dipertanyakan, mahasiswa tidak akan memiliki kepekaan akan berjuang keras.

Baca Juga:
Viral Guru Diduga Buka Jilbab Siswi SMKN 4 Malang, Kepala Sekolah Angkat Bicara

"Itu kalau tidak dipertanyakan mereka tidak memiliki kepekaan apakah nanti ketika mereka tidak belajar atau berjuang dengan keras bisa bersaing bersanding dengan generasi dari negara lain," tutur Prof. Hariyono.

Tantangan yang semakin kompleks di era digital juga mendorong generasi muda untuk belajar menyeleksi informasi. Oleh karena itu, generasi muda harus tetap kritis di tengah banjirnya informasi. 

Sehingga, ruang diskusi terkait demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi penting bagi mahasiswa UM. Dengan seminar ini, mahasiswa dapat menyampaikan pendapatnya terkait demokrasi Indonesia yang menjadi hak politik setiap warga negara Indonesia. 

"Makanya justru di sini sekali lagi generasi Z juga harus tetap kritis bahwa banjirnya informasi itu tidak boleh menenggelamkan mereka dan analognya supaya tidak menenggelam mereka harus belajar berenang di tengah-tengah informasi yang berlimpah itu, antara lain bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang hoax dan seterusnya," ungkap Prof. Hariyono. 

Melalui Santiaji Pancasila II, UM berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi kritis terkait tantangan demokrasi dan HAM bagi pembelajaran mahasiswa.(*)