KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto yang mengaku tidak gentar menghadapi tekanan asing terkait persoalan bursa RI. Itu berbanding dengan Hashim Djojohadikusumo yang khawatirkan dampak perubahan klasifikasi pasar dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Prabowo baru-baru ini menegaskan Indonesia tidak gentar meski sedang ditakut-takuti MSCI. Pernyataan itu disampaikan di hadapan jajarannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Di lain kesempatan, Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia sekaligus adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, khawatir nilai tukar rupiah melemah hingga ke level psikologis Rp 22.000 per dollar AS, jika masalah bursa RI yang disorot MSCI tak segera diatasi.
'
Menurutnya, kegagalan memitigasi persoalan pasar modal berimbas pada sumber pendanaan di pasar saham domestik, terutama jika status bursa RI diturunkan menjadi standalone market.
Itu dia sampaikan dalam acara Rapimnas KADIN di Hotel Borobudur Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).
Perbedaan sikap dinilai menggambarkan adanya risiko ekonomi yang perlu diantisipasi, khususnya potensi arus modal keluar (capital outflow), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga kerugian investor domestik.
Baca Juga:
Bupati TRK Undang Prabowo ke Nagan Raya, Siapkan Pembentangan Merah Putih 24 KmSikap Prabowo yang menegaskan tidak gentar terhadap tekanan asing berada dalam kerangka kedaulatan politik. Dalam konteks itu, kebijakan dalam negeri tidak boleh didikte oleh lembaga pemeringkat global.
Di sisi lain, kekhawatiran Hashim lebih berfokus pada potensi risiko teknis dan sistemik yang dapat muncul akibat perubahan klasifikasi pasar saham RI oleh MSCI. (*)