KETIK, BATU – Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Batu, sebagai upaya mempertemukan potensi ekonomi desa dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pemasaran produk unggulan ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan bertema “Bangun Desa Bangun Indonesia” tersebut resmi dibuka oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria, di Stadion Brantas, Kota Batu, pada Senin, 2 November 2026.
Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Indovex diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi desa sekaligus membangun jejaring antarpelaku usaha.
“Ini acara yang pertama ya, Village Expo di Indonesia dan diputuskan di Kota Batu. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita bisa memperlihatkan, memamerkan dan membangun jaringan ekonomi desa,” ujarnya.
Menurut Ahmad Riza Patria, pengembangan potensi desa tidak cukup hanya diarahkan untuk mewujudkan desa yang maju dan mandiri. Desa juga perlu didorong agar mampu menghasilkan produk unggulan berstandar tinggi sehingga dapat bersaing di pasar internasional.
Baca Juga:
Kejari Batu Terima Pelimpahan Kasus BPR DCN Malang dari OJK, Dua Direksi Terseret Dugaan Kredit Fiktif MiliaranIa menilai, kemampuan desa menembus pasar ekspor tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan dan devisa, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan masyarakat yang lebih tertib, disiplin, profesional, serta memiliki etos kerja yang lebih baik.
“Desa-desa tidak hanya diwujudkan menjadi desa yang maju dan mandiri, tapi desa-desa harus menjadi desa ekspor,” tegasnya.
Ahmad Riza Patria berharap, Indovex dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas pemasaran produk unggulan desa, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
Baca Juga:
Kota Batu Mulai Diguyur Hujan, Kepala BPBD: Data BMKG Belum Masuk Musim PenghujanIa juga menekankan pentingnya evaluasi penyelenggaraan agar kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan kualitas yang lebih baik pada masa mendatang.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi dukungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang turut hadir dalam pembukaan Indovex 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan expo tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang sejalan dengan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu serta arah pembangunan daerah melalui gagasan mBatu Sae.
Ia menjelaskan, pengembangan potensi desa menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Batu melalui sejumlah program.
Upaya tersebut mencakup pembinaan UMKM, penyiapan regenerasi petani melalui smart integrated farming, hingga penguatan kemandirian desa dan kelurahan melalui pelayanan kesehatan dengan program satu desa/kelurahan satu dokter.
“Ini salah satu yang kemudian bisa kita integrasikan dan ini menjadi materi yang kita sharingkan dengan desa-desa yang ada sebagai peserta,” ungkap Cak Nur, sapaanya.
Menurutnya, berbagai program tersebut dapat menjadi bahan pertukaran gagasan dan pengalaman dengan desa-desa lain yang berpartisipasi dalam Indovex.
Dengan demikian, potensi serta praktik pengembangan desa di Kota Batu dapat dibagikan sebagai bagian dari kolaborasi antardaerah.
Indovex 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 November 2026. Kegiatan ini menghadirkan stan dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu, desa-desa di Kota Batu, pelaku UMKM, hingga peserta dari luar daerah dan luar Pulau Jawa.
Selain pameran produk, rangkaian kegiatan juga diisi sejumlah forum, di antaranya seminar Indonesia Carbon Village. Acara tersebut turut dimeriahkan penampilan musisi lokal Jawa Timur.(*)